DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 15:56 WIB

Media Dibatasi Bertanya ke 12 Remaja Thailand, Ini Alasannya

BBC World - detikNews
Media Dibatasi Bertanya ke 12 Remaja Thailand, Ini Alasannya Ke-12 remaja yang telah dibebaskan dari dalam gua Tham Luang menghadiri jumpa pers untuk pertama kalinya bersama penyelam yang menyelamatkan mereka. (Getty Images)
Bangkok - Dalam jumpa pers yang dikendalikan secara cermat oleh aparat Thailand, 12 remaja dan pelatih mereka berbicara di depan umum untuk pertama kalinya. Mereka mengungkap "momen ajaib" ketika para penyelam menemukan mereka.

Namun, keingintahuan para wartawan amat dibatasi dalam jumpa pers itu. Aparat Thailand tampak berupaya agar pertanyaan-pertanyaan awak media tidak mengancam privasi sekaligus mental para remaja.

Inilah sejumlah langkah yang ditempuh demi kesehatan mental dan psikis para remaja tersebut:

Pertanyaan disaring

Media internasional tidak diperbolehkan bertanya kepada para remaja itu secara langsung. Aparat meminta daftar pertanyaan yang akan diajukan sebelum acara dimulai.

Pertanyaan-pertanyaan itu kemudian disaring oleh seorang ahli psikologi anak guna memastikan tidak ada yang membahayakan kondisi psikologi para remaja.

Aparat Thailand khawatir ke-12 remaja itu berpotensi mengalami stres jangka panjang setelah terperangkap di gua selama lebih dari dua pekan.

thailand, guaAparat Thailand berhati-hati agar jumpa pers dengan 12 remaja dan pelatih mereka dapat dikendalikan. (Getty Images)

Pertanyaan yang dipilih pun diubah sedikit, seperti:

Bagaimana kamu melalui masa-masa sulit ketika terperangkap di dalam gua?

Apa pelajaran yang bisa kamu tarik dari kejadian ini?

Apa hal pertama yang akan kamu lakukan ketika pertama kali kembali ke rumah?

Kendali pemerintah

Pembatasan tak berhenti sampai di situ. Semua pertanyaan yang telah disortir kemudian diajukan kepada para remaja oleh seorang wartawan dari media pemerintah. Tidak ada sesi tanya-jawab secara terbuka.

Jumpa pers pertama dan terakhir ini diselenggarakan di Rumah Sakit Chiang Rai-tempat para remaja dirawat. Adapun penyelenggaranya adalah Departemen Humas pemerintah Thailand pimpinan Letnan Jenderal Sansern Kaewkamnerd, sosok yang juga merangkap sebagai juru bicara pemerintah.

Setelah jumpa pers rampung, para remaja dianjurkan tidak meladeni wawancara dengan media lain, yang menurut para pakar dapat memicu pascatrauma.

Akses dibatasi

Sejak diselamatkan dari dalam gua, ke-12 remaja dan pelatih mereka menjalani perawatan fisik dan psikologi di rumah sakit.

Akses menuju para remaja dibatasi ketat. Bahkan, orang tua mereka harus diperiksa menyeluruh dan informasi kepada mereka diseleksi.

thailand, guaSemasa para 12 remaja dan pelatih mereka dirawat di rumah sakit, akses ke layanan kesehatan itu diawasi ketat oleh aparat. (Getty Images)

Sebagai contoh, ke-12 remaja dan pelatih mereka baru mendapat kabar bahwa seorang penyelam Angkatan Laut Thailand meninggal dunia dalam operasi penyelamatan, pada Sabtu (14/7), ketika mereka dinilai cukup kuat mencerna kabar itu oleh para dokter.

"Semua menangis dan mengutarakan duka mereka dengan menulis pesan pada lukisan Letnan Saman dan mengheningkan cipta untuknya selama satu menit," sebut seorang juru bicara kementerian kesehatan.

Ditahbiskan sebagai biksu

Para remaja dan pelatih mereka kini akan kembali ke keluarga masing-masing selama satu pekan.

Setelah itu, mereka akan menjadi biksu agama Buddha dan menjalani masa sunyi dalam waktu relatif singkat.

thailand, guaKe-12 remaja itu akan menjadi biksu dalam waktu yang relatif singkat. (Getty Images)

Ini merupakan tahap lanjutan dari rehabilitasi mereka sehingga aparat dapat lebih mudah membatasi akses ke mereka.

Pemerintah Thailand mengancam akan menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap media yang dianggap mengganggu para remaja itu atau keluarga mereka.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed