Taliban Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden Donald Trump

Taliban Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden Donald Trump

BBC World - detikNews
Rabu, 16 Agu 2017 10:06 WIB
Taliban Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden Donald Trump
Para komandan militer AS di Afghanistan dilaporkan meminta penambahan pasukan untuk membantu menghadapi kelompok Taliban. (EPA)
Washington - KelompokTaliban diAfghanistan memperingatkan Presiden Amerika SerikatDonaldTrump agar tidak mengirim tambahan personel untuk mendukung misi pimpinanNATO di negara tersebut.

Peringatan tersebut tercantum dalam surat terbuka Taliban yang ditujukan kepada Presiden Trump, hari Selasa (15/08).

Dalam surat ini, Taliban mendesak Presiden Trump menarik mundur secara total pasukan Amerika sehingga 'perang di Afghanistan bisa diakhiri'.

"Pengalaman yang lalu menunjukkan mengirim tentara ke Afghanistan hanya akan menghancurkan militer dan kekuatan ekonomi Amerika," kata Taliban.

"Itu sebabnya, akan sangat bijak jika Anda (Presiden Trump) mengadopsi kebijakan untuk menarik secara total (militer AS) dari Afghanistan bukan malah menambah jumlah pasukan."

Jumlah tentara AS di Afghanistan saat ini diperkirakan sekitar 8.400 personel jauh lebih kecil dari jumlah enam tahun silam yang mencapai 100.000 orang, menurut catatan kantor berita AFP.

Yang masih bertahan di Afghanistan sebagian besar bertindak sebagai pelatih dan penasihat Angkatan Bersenjata Afghanistan.

Asing 'memicu perang' di Afghanistan Presiden Trump Pemerintah Presiden Trump diperkirakan akan mengumumkan strategi baru soal Afghanistan dalam beberapa pekan ke depan. (Getty Images)

Surat ini diumumkan ketika pemerintah di Washington tengah menyusun strategi di Afghanistan, 16 tahun setelah invasi AS yang ditujukan untuk menumbangkan rezim Taliban.

Para komandan Amerika di lapangan mengusulkan penambahan pasukan untuk membantu menghadapi milisi-milisi Taliban.

Menteri Pertahanan, Jim Mattis, diyakini segera memaparkan strategi baru militer AS ke Presiden Trump dan pengumuman strategi baru tersebut diduga akan disampaikan dalam beberapa pekan ke depan.

Taliban mengatakan kehadiran militer Amerika selama 16 tahun di Afghanistan menyebabkan Afghanistan 'menjadi negara yang paling tidak stabil dari sisi keamanan'.

Taliban berjanji begitu konflik berakhir mereka 'tidak akan membiarkan siapa pun menggunakan Afghanistan bagi kepentingan mereka sendiri'.

Menurut Taliban, pendudukan oleh kekuatan asing 'adalah pemicu utama perang' di Afghanistan.

Kelompok ini berkuasa di Afghanistan pada 1996-2001.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini