Peringatan tersebut tercantum dalam surat terbuka Taliban yang ditujukan kepada Presiden Trump, hari Selasa (15/08).
Dalam surat ini, Taliban mendesak Presiden Trump menarik mundur secara total pasukan Amerika sehingga 'perang di Afghanistan bisa diakhiri'.
"Pengalaman yang lalu menunjukkan mengirim tentara ke Afghanistan hanya akan menghancurkan militer dan kekuatan ekonomi Amerika," kata Taliban.
"Itu sebabnya, akan sangat bijak jika Anda (Presiden Trump) mengadopsi kebijakan untuk menarik secara total (militer AS) dari Afghanistan bukan malah menambah jumlah pasukan."
- Afghanistan: Taliban 'menculik puluhan' penduduk desa
- Taliban serukan warga untuk lebih banyak menanam pohon
- Serangan Taliban tewaskan 130 orang, Afghanistan gelar hari berkabung nasional
Jumlah tentara AS di Afghanistan saat ini diperkirakan sekitar 8.400 personel jauh lebih kecil dari jumlah enam tahun silam yang mencapai 100.000 orang, menurut catatan kantor berita AFP.
Yang masih bertahan di Afghanistan sebagian besar bertindak sebagai pelatih dan penasihat Angkatan Bersenjata Afghanistan.
Asing 'memicu perang' di Afghanistan
Pemerintah Presiden Trump diperkirakan akan mengumumkan strategi baru soal Afghanistan dalam beberapa pekan ke depan. (Getty Images)Surat ini diumumkan ketika pemerintah di Washington tengah menyusun strategi di Afghanistan, 16 tahun setelah invasi AS yang ditujukan untuk menumbangkan rezim Taliban.
Para komandan Amerika di lapangan mengusulkan penambahan pasukan untuk membantu menghadapi milisi-milisi Taliban.
Menteri Pertahanan, Jim Mattis, diyakini segera memaparkan strategi baru militer AS ke Presiden Trump dan pengumuman strategi baru tersebut diduga akan disampaikan dalam beberapa pekan ke depan.
- Taliban serang pangkalan militer Afghanistan, setidaknya 130 orang tewas
- Menyaru sebagai tenaga medis, ISIS serbu rumah sakit dan tewaskan 30 orang
- Mengapa hanya Qatar yang dituduh danai terorisme?
Taliban mengatakan kehadiran militer Amerika selama 16 tahun di Afghanistan menyebabkan Afghanistan 'menjadi negara yang paling tidak stabil dari sisi keamanan'.
Taliban berjanji begitu konflik berakhir mereka 'tidak akan membiarkan siapa pun menggunakan Afghanistan bagi kepentingan mereka sendiri'.
Menurut Taliban, pendudukan oleh kekuatan asing 'adalah pemicu utama perang' di Afghanistan.
Kelompok ini berkuasa di Afghanistan pada 1996-2001.
(ita/ita)









































