WNI Ditahan dalam Operasi Antiterorisme di Malaysia

WNI Ditahan dalam Operasi Antiterorisme di Malaysia

BBC World - detikNews
Selasa, 08 Agu 2017 15:17 WIB
WNI Ditahan dalam Operasi Antiterorisme di Malaysia
Polisi Malaysia menggelar latihan keamanan di Kuala Lumpur jelas SEA Games. (EPA)
Kuala Lumpur - Lebih dari 400 orang ditahan, termasuk sejumlah warga Indonesia, dalam operasi antiterorisme di Malaysia yang mengincar orang-orang yang diduga terkait kelompokISIS.

Sebagian besar yang ditahan, menurut aparat Malaysia, berasal dari Bangladesh, India, dan Pakistan. Ada pula warga Indonesia di antara ratusan orang tersebut, menurut pejabat kepolisian Malaysia dari divisi antiterorisme, Ayob Khan Mydin Pitchay. Namun, dia tidak menjabarkan jumlahnya.

Dalam operasi tersebut, aparat turut menyita sejumlah mesin untuk membuat paspor palsu dan dokumen keimigrasian Malaysia.

Pejabat kepolisian Malaysia dari divisi antiterorisme, Ayob Khan Mydin Pitchay, mengatakan pihaknya menargetkan siapapun yang memiliki dokumen perjalanan palsu atau sama sekali tidak membawa dokumen perjalanan dengan alasan hilang.

Kepolisian juga mengincar orang-orang yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok teror di Suriah dan Irak, termasuk ISIS.

"Kami akan mendeteksi dan menindak warga asing yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan teroris, khususnya mereka yang terlibat dalam aktivitas di Suriah," kata Ayob Khan Mydin Pitchay sebagaimana dikutip Free Malaysia Today.

malaysia Sejumlah warga asing yang tidak membawa dokumen perjalanan atau membawa dokumen perjalanan palsu digiring ke dalam truk di Port Dickson, Malaysia, 7 Agustus lalu. (AFP/Getty Images)

Rangkaian penggerebekan berlangsung di Kuala Lumpur. Aparat tampak mendobrak pintu rumah sejumlah orang dan menggiring mereka ke bus dengan tangan diborgol. Mereka kemudian dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi.

Operasi ini berlangsung tatkala Kuala Lumpur tengah bersiap menggelar SEA Games yang akan berlangsung pada 19-30 Agustus 2017.

Penangkapan terhadap warga asing yang dicurigai terkait ISIS pernah melibatkan tiga warga Indonesia, Januari lalu. Salah satunya ditengarai terhubung dengan milisi ISIS di Suriah dan pernah pergi ke Turki pada 2013.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads