Israel Setujui Permukiman Baru di Tepi Barat

Israel Setujui Permukiman Baru di Tepi Barat

BBC World - detikNews
Sabtu, 01 Apr 2017 13:00 WIB
Israel Setujui Permukiman Baru di Tepi Barat
Tepi Barat - Hunian di Amona yang dievakuasi pada Februari lalu. Reuters HuniandiAmona yang dievakuasi pada Februari lalu.

Israel telah menyetujui pembangunan permukiman pertama di Tepi Barat, yang pertama dalam dua dekade lebih.

Pernyataan setelah pertemuan kabinet keamanan negara tersebut menyatakan bahwa pembangunan akan berlangsung di daerah Emek Shilo, dekat Nablus.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara bersamaan juga bernegosiasi dengan pemerintah AS soal pengurangan aktivitas permukiman.

Pejabat Palestina sudah mengecam langkah tersebut.

"Pengumuman hari ini sekali lagi membuktikan bahwa Israel lebih berkomitmen untuk menyenangkan populasi penghuni ilegal daripada mematuhi aturan untuk stabilitas dan perdamaian yang adil," kata Hanan Ashrawi, seorang anggota komite eksekutif dari Organisasi Pembebasan Palestina, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Gedung Putih belum berkomentar akan hasil pemungutan suara di Israel tersebut, yang menjadi pilihan mayoritas.

Dari Amona

Permukiman baru tersebut akan digunakan untuk merumahkan keluarga Yahudi yang terusir dari Amona, lokasi yang bulan lalu dibersihkan setelah Mahkamah Agung Israel menetapkan bahwa hunian tersebut dibangun secara ilegal di tanah milik pribadi di Palestina.

Netanyahu kemudian berjanji bahwa penghuni Amona akan dicarikan tempat tinggal baru.

Amona Reuters Sejumlah warga sempat memprotespengosonganAmona pada awal Februari 2017.

Masalah hunian Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sudah sejak lama menjadi sumber perdebatan antara Israel dan Palestina.

Lebih dari 600.000 warga Yahudi tinggal di 140 permukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel pada 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Menurut undang-undang internasional, permukiman tersebut ilegal, meski Israel membantahnya.

Pemerintah Israel yang mendukung permukiman - yang sebelumnya mengalami perbedaan tajam dengan pemerintahan Barack Obama- kini seakan mendapat dukungan saat Trump menjabat Januari lalu.

Sejak itu, Israel telah mengesahkan pembangunan 6.000 rumah hunian baru, salah satu kenaikan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

(nvc/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads