DetikNews
Selasa 21 Mar 2017, 12:24 WIB

Capres Prancis Berdebat Panas Soal Pakaian Renang Muslimah

BBC World - detikNews
Capres Prancis Berdebat Panas Soal Pakaian Renang Muslimah
Jakarta - capres PrancisReutersFrancoisFillon,EmanuelMacron,BenoitHamon, Jean-LucMelenchon danMarine Le Pen beberapa saat menjelang debat.

Dua calon terkuat pemilihan presiden Prancis saling menyerang dalam debat panas yang disiarkan televisi, khususnya tentang baju renang perempuan Muslim, burkini.

Calon garis tengah, Emmanuel Macron menyerang capres ekstrem kanan Marine Le Pen yang menyebut bahwa burkini adalah ancaman terhadap tradisi sekularisme Prancis. Menurut Macron, burkini hanyalah sekadar tata tertib berbusana di ruang publik.

Beberapa resor Prancis selatan melarang baju renang itu musim panas lalu sebelum pengadilan administratif tertinggi Perancis menyebut larangan itu melanggar kebebasan asasi.

Marine Le Pen mengatakan Prancis harus menentang multikulturalisme, tapi Macron menuduhnya memusuhi umat Islam di negeri itu.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Le Pen akan mendapatkan suara terbanyak di putaran pertama, tapi di putaran dua akan dikalahkan oleh calon partai kanan-tengah Francois Fillon yang sedang dirundung berbagai masalah, atau Macron yang melejit sejak capres kanan tengah itu didera berbagai skandal.

Di pidato pembukaan debat itu, Macron mengatakan akan mengubah politik yang secara tradisional terpecah-belah di Prancis, sementara Marine Le Pen mengatakan dia ingin membuat Prancis bukan sebagai 'wilayah semu' Uni Eropa atau tunduk kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan bersumpah untuk menghentikan semua imigrasi ke negeri itu.

Adapun Francois Fillon mengatakan bahwa jika terpilih, ia akan menjadi presiden dari apa yang disebutnya 'pemulihan nasional.'

Berbeda dengan biasanya, kali ini juga terlibat dua politikus kiri dalam perdebatan: Benoit Hamon dan Jean-Luc Melenchon.

Emmanuel Macron yang melejit sejak Fillon didera berbagai skandal menyerang Marine Le Pen yang menyebut bahwa burkini adalah ancaman terhadap tradisi sekularisme Prancis. Menurut Macron, burkini hanyalah sekadar tata tertib berbusana di ruang publik.

Beberapa resor Prancis selatan melarang baju renang itu musim panas lalu sebelum pengadilan administratif tertinggi Prancis menyebut larangan itu melanggar kebebasan asasi.

burkiniBBC Beberapa wilayah Prancis selatan sempat melarangburkini sebelum pengadilan administratif tertinggi Perancis menyebut larangan itu melanggar kebebasan asasi.

Macron juga menyentil Fillon dengan mengatakan keadilan akan menang sebagaimana akan terjadi menyangkut kasus 'calon presiden tertentu.

Sentilan Macron jelas mengacu pada penyelidikan hukum pada tuduhan bahwa Fillon membayar ratusan ribu euro pada istrinya sendiri untuk pekerjaan parlemen yang tidak ia lakukan.

Fillon menyangkal semua tuduhan yang disebutnya sebagai upaya 'pembunuhan politik,' dan menolak mundur dari pilpres.

Mr Fillon telah membantah tuduhan tersebut dan menolak untuk berhenti balapan, mengeluh dia adalah korban dari "pembunuhan politik".

Para calon juga beradu konsep soal ekonomi dan bagaimana mengatasi pengangguran, yang telah lama berada di kisaran 10%.

Marine Le Pen menyerukan suatu 'ekonomi patriotik' dan mengkampanyekan langkah-langkah proteksionis yang condong kepada perusahaan-perusahaan Prancis.

Fillon menyebut, gagasan Le Pen akan menyebabkan 'kekacauan ekonomi.'

Di kalangan kiri, Hamon - yang berusaha membedakan diri dari calon kiri lain, Jean-Luc Melenchon, menyerukan penerapan pendapatan dasar universal, yang katanya adalah satu-satunya ide inovatif dalam kampanye pemilu.

Pemungutan suara akan berlangsung pada tanggal 23 April, sementara putaran kedua -jika tak ada pemenang mutlak di atas 50%- akan diselenggarakan pada tanggal 7 Mei.


(nwk/nwk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed