Jasad Frank Ancona, yang menyebut dirinya "penyihir kekaisaran", ditemukan dekat sungai pada Sabtu.
Istrinya, Malissa Ancona, yang memohon agar dia kembali di Facebook, dan anak tiri laki-lakinya, Paul Jinkerson Jr, dituntut dengan pembunuhan pada Senin.
- Trump ambil jarak dengan kaum radikal kanan pendukungnya
- Obama kecam aksi kebencian yang diunggah di live-stream
Mereka juga dituntut dengan dakwaan merusak barang bukti fisik serta pengabaian jenazah.
Polisi menuntut Ancona, 51, ditembak mati saat tidur di rumahnya, Kamis, di Leadwood, Missouri, sekitar 100km lebih di selatan St. Louis.
(AP)MalissaAncona, 44, memohon agar suaminya kembali diFacebook.
Jenazah Ancona dipercaya dibawa sekitar 30km dan dibuang dekat Belgrade. Ancona ditemukan oleh keluarga yang akan memancing pada Sabtu.
Petugas menemukan bukti tumpukan barang yang dibakar dekat kendaraan Ancona, yang ditemukan sekitar 50km dari jenazahnya.
Awalnya Ancona dilaporkan hilang oleh kantornya, setelah dia tak muncul untuk bekerja.
Sebelum tubuhnya ditemukan, Malissa Ancona, 44, mengatakan pada petugas bahwa suaminya tengah berada di luar kota dalam sebuah tugas penghantaran, dan dia berencana mengajukan cerai setelah suaminya kembali,
Ancona adalah anggota Ksatria Tradisionalis Amerika di Ku Klux Klan, yang menggambarkan dirinya sebagai "Organisasi Kristen Patriotik Kulit Putih yang berakar pada Ku Klux Klan di awal abad 20".
(AP) Polisi menyebut bahwaMalissaAncona melakukan pembunuhan bersama anak laki-lakinya,Paul E.Jinkerson, Jr.
"Misi kami adalah untuk mempertahankan warisan budaya Kulit Putih tapi juga relevan dengan kejadian di Republik hari ini," menurut pernyataan yang ditandatangani oleh Ancona dan diterbitkan di situsnya.
Pengacara Jinkerson, Eric Barnhart, mengatakan dia tidak yakin kliennya terlibat dalam pembunuhan itu.
Keduanya ditahan tanpa uang jaminan.
(nwk/nwk)










































