Potret 500 Orang, Keluarga Besar di China ini Pakai Drone

Potret 500 Orang, Keluarga Besar di China ini Pakai Drone

BBC Magazine - detikNews
Kamis, 09 Feb 2017 13:53 WIB
Potret 500 Orang, Keluarga Besar di China ini Pakai Drone
(Zhang Liangzong) Keluarga Ren yang berasal dari kampung Shishe difoto dengan menggunakan kamera di pesawat terbang tanpa awak.
Beijing - Satu keluarga di China menjadi berita karena berhasil mengumpulkan 500 anggota keluarga untuk berpose bersama dalam satu foto.

Keluarga Ren menggelar reuni di kampung Shishe, di Provinsi Zhejiang, pekan lalu pada musim liburan Tahun Baru China, yang biasanya merupakan waktu untuk keluarga besar berkumpul dan makan bersama.

Juru foto Zhang Liangzong mengabadikan foto itu dengan kamera di pesawat terbang tanpa awak di lembah bebatuan di dekat Sishe.

Kepada BBC, dia menjelaskan keluarga Ren -yang berasal dari kampung Sishe- bisa dilacak sampai 851 tahun lalu namun silsilah mereka tak diperbarui sejak lebih dari 80 tahun lalu.

Para tetua kampung kemudian berupaya untuk menelusuri kembali para keturunan keluarga dan berhasil menemukan sedikitnya 2.000 orang yang berasal dari tujuh generasi.

Cina, Ren
(ZhangLiangzong) Foto bersama keluarga sudah biasa di China, tapi 500 dalam satu foto?

Penyempurnaan silsilah keluarga tersebut dirayakan dengan reuni akbar yang dihadiri lebih dari 500 keturunan keluarga Ren yang antara lain datang dari Beijing, Shanghai, Xinjiang, dan Taiwan.

Memicu berbagai komentar

Kepala kampung Shishe, Ren Tuanjie, mengatakan kepada kantor berita resmi China, Xinhua, bahwa reuni bertujuan untuk membuat agar para keturunan mereka tidak melupakan akar asalnya.

Ren Tuanjie merupakan anggota keluarga dari generasi ke-26 dan namanya berarti 'reuni'.

Walau foto bersama keluarga besar merupakah hal biasa di China, namun 500 anggota keluarga dalam satu foto merupakan hal istimewa sehingga foto mereka diterbitkan di beberapa media nasional, salah satunya berjudul, "Apakah anggota keluarga ini mengenal satu sama lainnya?"

Dan seperti biasa pula, muncul komentar-komentar bercanda di media sosial Weibo, "Bagaimana jika ada yang bertemu yang disukainya? Bisakah mereka menikah?"

Salah satu tradisi dalam Tahun Baru China adalah memberi angpau (amplop merah berisi uang) kepada anak-anak, yang membuat seorang pengguna Weibo berkomentar, "Ketika memberi angpau, barulah mereka mulai menangis."

(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads