2 Orang Tewas Saat Penggusuran Warga Bedouin oleh Polisi Israel

2 Orang Tewas Saat Penggusuran Warga Bedouin oleh Polisi Israel

BBC World - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 19:25 WIB
2 Orang Tewas Saat Penggusuran Warga Bedouin oleh Polisi Israel
(AFP) Rumah warga Bedouin di Umm al-Hiran yang dianggap gelap diruntuhkan aparat keamanan Israel.
Yerusalem - Dua orang tewas di Israel selatan dalam aksi kekerasan antara polisi danwargaBedouin saat penggusuran rumah-rumah gelap milikwargaBedouin.

Salah satu yang tewas adalah polisi Israel yang ditabrak mobil di Umm al-Hiran sementara pengemudinya -yang merupakan warga Israel keturunan Arab- ditembak mati.

Polisi mengatakan bahwa Yaakub Abu al-Qiyan aktif dalam satu kelompok militan Islam dan mungkin dipengaruhi oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Bedouin, Israel
(AFP) Polisi mengatakan seorang pengemudi keturunan Arabmenyerangsekerumunan polisi namun dibantah warga setempat.

Namun para warga setempat mengatakan bahwa dia kehilangan kendali atas mobilnya setelah ditembak polisi.

Wartawan BBC Yolande Knell di Jerusalem melaporkan ketegangan meningkat di kawasan penggusuran setelah Mahkamah Agung Israel menolak hak suku Bedouin atas kepemilikan tanah.

Bedouin, Israel
(Reuters) Warga Bedouin dipindahkan ke Umm al-Hiran pada tahun 1950-an dan kini diminta pindah ke pemukiman yang dibangun pemerintah.

Seruan Netanyahu

Warga Bedouin dipindahkan dari kampung awal tempat tinggal mereka oleh tentara Israel ke Umm al-Hiran pada tahun 1950-an, beberapa tahun setelah negara Israel terbentuk.

Sekarang mereka diminta untuk pindah lagi ke kawasan perumahan baru di tempat lain yang sudah disiapkan pemerintah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak politikus menghentikan aksi memicu kekerasan, yang tampaknya merujuk kepada Ayman Odeh -pimpinan Gabungan Arab di parlemen Israel- yang datang ke tempat penggusuran dan menderita cedera saat kekerasan marak.

Bedouin, Israel
(EPA/JIMHOLLANDER) Mahkamah Agung Israel sudah menolak haksukuBedouin atas kepemilikan tanah.

"Rakyat Bedouin adalah bagian dari kami, kami ingin mengintegrasikannya ke dalam masyarakat Israel dan jangan meradikalkan mereka," seperti tertulis dalam pernyataan Netanyahu.

Warga Israel keturunan Arab berjumlah sekitar seperlima dari total penduduk Israel. Walau mendapat hak penuh sebagai warga negara, kenyataannya mereka sering mendapat perlakuan yang tidak adil, antara lain dalam mendapatkan pekerjaan dan perumahan.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads