Claire Third, ahli pengawetan hewan atau taxidermist yang tinggal di kota Christchurch, mengatakan ia mengambil seekor kucing yang mati ditabrak di jalanan dan disimpannya di lemari pendingin selama tiga bulan.
Dia kemudian memutuskan untuk menggunakan kulitnya menjadi karya seni, dalam bentuk tas.
Namun bukan hanya uang yang diperolehnya, juga kecaman.
"Tidak sedikitpun kreatif atau artistik," komentar salah seorang di situs lelang tersebut.
Bagaimanapun ada juga yang mendukung karya seni itu dengan memberi komentar, "Saya akan suka kalau warnanya lain. Tidak suka kucing berwarna pirang, namun yang abu-abu yang indah."
TradeMeClaireThird Kucing mati dijadikan tas karena 'wajahnya bagus' dan bagian tubuh lainnya remuk.
Third, yang sudah menjadi taxidermist profesional selama 15 tahun, menegaskan tidak ada binatang yang dibunuh untuk pembuatan tas tersebut karena kucing yang ditemukannya di jalanan memang sudah mati.
Dia memutuskan untuk menjadikannya sebagai tas karena 'wajahnya bagus' sementara bagian tubuh lainnya remuk.
Di situs lelang TradeMe disebutkan, "Tom adalah tas tangan yang paling gaya untuk anak perempuan yang memiliki semuanya."
"Satu tas tangan yang akan menarik perhatian ke manapun Anda pergi."
Tas tangan kucing itu tadinya akan dilelang dengan harga awal NZ$1.400 atau sekitar Rp13,5 juta namun diturunkan menjadi NZ$1 sebelum akhirnya terjual NZ$545 (Rp5,2 juta).
(nwk/nwk)









































