Menurut Obama, militer AS sudah membunuh sejumlah pentolan ISIS dan menyerang fasilitas-fasilitas minyak yang digunakan kelompok itu sebagai sumber dana operasional mereka.
Dikatakannya pula bahwa sekutu-sekutu Amerika di darat berhasil memukul mundur ISIS baik di Suriah maupun di Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Galang dukungan Tindakan itu, lanjutnya, antara lain meliputi pengerahan pasukan elit.
"Ini tetap menjadi pertempuran yang sulit seperti yang sudah saya katakan sebelumnya ISIS bercokol, termasuk di daerah-daerah perkotaan, dan mereka berlindung di belakang penduduk biasa, menggunakan laki-laki, perempuan dan anak-anak tak berdaya sebagai tameng manusia."
Perang terhadap ISIS memiliki makna lebih mendesak menyusul serangkaian serangan di Paris bulan lalu dan kemudian penembakan mati 14 orang di San Bernardino, California, awal bulan Desember.
Obama juga mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Ash Carter direncanakan akan kembali mengadakan lawatan ke Timur Tengah untuk menggalang dukungan militer lebih besar.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri John Kerry dijadwalkan akan melawat ke Moskow sebagai upaya membentuk front bersatu melawan ISIS.

Tak kurang 9.000 serangan dilancarkan terhadap sasaran-sasaran ISIS sejak pertengahan 2014.
"Jelas strategi yang diambil presiden sekarang tidak berhasil. Bukannya berhasil dikendalikan -jauh dikalahkan - ISIS sekarang memperlebar jangkauan terornya jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya," katanya.
(/gah)











































