Dihujat, Netanyahu Bantah Merendahkan Yesus Saat Bandingkan dengan Genghis Khan

Dihujat, Netanyahu Bantah Merendahkan Yesus Saat Bandingkan dengan Genghis Khan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2026 14:51 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu gestures during a joint press conference with U.S. Secretary of State Marco Rubio (not pictured) at the Prime Ministers Office, during Rubios visit, in Jerusalem, September 15, 2025. REUTERS/Nathan Howard/P
Benjamin Netanyahu. (REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menolak tuduhan bahwa ia bermaksud menyinggung umat Kristen ketika mengatakan bahwa Yesus Kristis tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan. Netanyahu membantah dirinya melakukan penghinaan terhadap Yesus.

"Lebih banyak berita palsu tentang sikap saya terhadap umat Kristen, yang dilindungi dan berkembang di Israel. Izinkan saya memperjelas: Saya tidak merendahkan Yesus Kristus dalam konferensi pers saya," tulis Netanyahu dalam bahasa Inggris di X, dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026).

"Sebaliknya, saya mengutip sejarawan besar Amerika Will Durant. Seorang pengagum Yesus Kristus yang setia, Durant menyatakan bahwa moralitas saja tidak cukup untuk memastikan kelangsungan hidup," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peradaban yang unggul secara moral masih dapat jatuh ke tangan musuh yang kejam jika tidak memiliki kekuatan untuk membela diri. Tidak ada maksud untuk menyinggung," tulisnya.

Pada Kamis (19/3) malam, Netanyahu mengatakan dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan pers asing bahwa "sejarah membuktikan bahwa, sayangnya dan tidak menyenangkan, Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan karena jika Anda cukup kuat, cukup kejam, cukup berkuasa, kejahatan akan mengalahkan kebaikan."

"Agresi akan mengalahkan moderasi. Jadi Anda tidak punya pilihan," tambahnya, mengutip Durant.

Dalam pidato tersebut, Netanyahu membela serangan Israel bersama AS terhadap Iran yang diluncurkan pada 28 Februari--yang memicu perang regional--dan bersikeras bahwa itu adalah cara terbaik untuk melindungi tidak hanya Israel tetapi "seluruh dunia" dari apa yang disebutnya sebagai ancaman program nuklir dan rudal balistik Iran.

Pernyataannya memicu gelombang kritik di media sosial, khususnya dari umat Kristen yang marah dengan perbandingan antara Yesus--yang mereka anggap sebagai Tuhan yang menjelma dan "Pangeran Perdamaian"--dan Genghis Khan, pendiri Kekaisaran Mongol abad ke-13 yang pasukannya menghancurkan Asia dari China hingga Mediterania.

Munther Isaac, seorang pendeta Lutheran Palestina dari Betlehem, yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus, mengatakan di X bahwa pernyataan Netanyahu "menyinggung di berbagai tingkatan".

"Bukan hanya membandingkan Yesus dengan Genghis Khan," tulisnya, "tetapi juga menyiratkan bahwa jalan Yesus itu naif, sementara pendekatan yang kejam dan 'kekuatanlah yang menentukan kebenaran'... adalah apa yang pada akhirnya memungkinkan kebaikan untuk mengalahkan kejahatan."

"Netanyahu, dan para pendukung Zionis Kristennya, sedang memperolok-olok etika Yesus," tambahnya.

Lihat Video 'Netanyahu Menyinggung Yesus Kristus, Menlu Iran Marah':

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Berita Terkait