Penghitungan suara sudah dimulai dalam pemilihan umum pertama Myanmar, yang merupakan pemilu terbuka pertama di negara itu dalam waktu 25 tahun terakhir.
Partisipasi pemilih diperkirakan mencapai 80% dalam pemungutan suara Minggu 8 November, yang dilihat sebagai langkah pertama untuk semakin menjauh dari pemerintahan dukungan militer.
Tahun 2010 lalu, pemilu diboikot oleh kubu oposisi Liga Nasional Demokrasi, NLD, pimpinan Aung San Suu Kyi, yang tampaknya ikut mempengaruh keikutsertaan pemilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pendukung NLD berkumpul di kantor pusat di Yangon, menunggu hasil perhitungan suara.
Β
Pemilu kali ini diperkirakan akan dimenangkan oleh NLD diperkirakan walau Suu Kyi -berdasarkan konstitusi- dilarang untuk menjadi presiden.
Partai yang didukung militer, USDP, sudah memerintah sejak tahun 2011 lalu.
Para pendukung NLD tampak berkumpul dengan penuh semangat di kantor pusat di Yangon, ingin mendengar hasil pemungutan suara walau peajabat partai membacakan pesan agar mereka menunggu dengan tenang di rumah.

Seandainya NLD memang menang, Aung San Suu Kyi tetap tidak bisa menjadi presiden.
Β
Hasil resmi pertama diperkirakan akan diumumkan Senin 9 November pukul 09.00 waktu setempat.
Sekitar 30 juta pemilih terdaftar dalam pemilu kali ini, untuk memilih 664 anggota parlemen -dengan 25% disediakan untuk utusan militer- dari 6.000 kandidat yang berasal dari 90 partai lebih.
Namun pertarungan utama berlangsung antara USDP dan NLD.











































