
Murdoch, 84, adalah pendiri konglomerasi media global News Corporation.
Raksasa media Rupert Murdoch meminta maaf atas cuitannya yang menyatakan bahwa Presiden Barack Obama bukan "presiden kulit hitam yang sebenarnya".
Dalam serangkaian cuitan yang memuji kandidat presiden dari Partai Republik, Ben Carson, Murdoch menulis, "Bagaimana dengan seorang presiden kulit hitam yang sebenarnya yang bisa membahas masalah ras?"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murdoch, 84, adalah pendiri konglomerasi media global News Corporation.
Perusahaannya memiliki Fox News Channel, The New York Post, dan Wall Street Journal di Amerika Serikat, dan di Inggris, dia memiliki Sky News, The Sun, dan koran Times.
Murdoch adalah salah satu orang paling berkuasa di dunia.
Sebelumnya Murdoch mengirimkan cuitan yang menyatakan kekagumannya atas Carson, ahli bedah saraf berusia 63 tahun, salah satu dari 15 kandidat yang memperebutkan tiket untuk menjadi kandidat presiden AS dari Partai Republik pada pemilihan 2016 nanti.
Beberapa hari lalu, dia mengirimkan cuitan, "Di mana-mana, pengamat terus meremehkan Ben Carson. Tapi publik melihat kerendahan hatinya, mendengar pesannya yang kuat."
Pada Rabu (7/10), Murdoch mengatakan lewat akun Twitternya, "Ben dan Candy Carson luar biasa. Bagaimana dengan seorang presiden kulit hitam yang sebenarnya yang bisa mengatasi ketegangan antar-ras? Dan banyak hal lain."

Beberapa saat kemudian, dia mengirimkan cuitan lagi, "Baca majalah New York tentang kekecewaan komunitas minoritas pada POTUS."
Edisi majalah New York pekan ini mengutip beberapa masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat yang berharap Obama melakukan lebih banyak untuk mengatasi masalah etnis.
Bulan lalu, Carson menimbulkan kontroversi karena mengatakan bahwa penganut Islam tidak boleh mencalonkan diri sebagai presiden karena ajarannya bertentangan dengan undang-undang dasar Amerika Serikat.











































