
Ada 107.500 migran yang menuju perbatasan Uni Eropa bulan lalu
Uni Eropa menyerukan pertemuan darurat untuk mengatasi peningkatan krisis pengungsi yang terjadi.
Kepemimpinan Uni Eropa mengatakan bahwa menteri-menteri dalam negeri dari 28 negara anggota akan mengadakan pertemuan luar biasa pada 14 September, setelah krisis mencapai "proporsi yang tak terpikir sebelumnya".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 107.500 migran yang menuju batas Uni Eropa bulan lalu.
Menurut PBB, konflik yang terus berlanjut di Suriah adalah faktor besar penyebab peningkatan angka pengungsi.
Pengawasan perbatasan di Yunani, Italia, dan Hungaria mengalami kesulitan menghadapi pengungsi yang datang tak hanya dari Suriah, tapi juga Timur Tengah, dan Afrika.
Pertemuan luar biasa bulan depan diumumkan di Luxemburg, Minggu (30/08) malam, yang saat ini memegang kepemimpinan Uni Eropa.

Italia mendapat tekanan besar karena menjadi titik masuk pengungsi ke Uni Eropa
"Situasi fenomena pengungsi di dalam dan di luar Uni Eropa sudah mencapai skala yang tak terkira sebelumnya," sebut pernyataan tertulis UE.
Pada Juli, jumlah pengungsi yang mencapai perbatasan Uni Eropa melewati 100 ribu orang untuk pertama kalinya - tiga kali lipat dari jumlah pengungsi bulan Juli tahun lalu, menurut badan Eropa Frontex yang menangani pengungsi.
Poin diskusi akan membahas kerja sama internal, melawan perdagangan pengungsi, dan kebijakan pemulangan.
Jerman, Prancis, dan Inggris sudah mengatakan bahwa Uni Eropa harus menetapkan daftar "negara asal yang aman" sehingga memungkin pemulangan sebagian pengungsi.
Pada Sabtu, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencegah kematian orang-orang yang menyelamatkan diri ke Eropa dan meminta "respons politik yang kolektif".
Menurutnya, dia "terkejut dan sedih" atas penemuan tewasnya 71 orang - yang kemungkinan mengungsi dari Suriah - dalam sebuah truk di Austria pada Kamis.
Setidaknya 2500 pengungsi tewas sejak Januari, kebanyakan dari mereka tenggelam di Mediterania.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan kesedihan dan keterkejutannya atas tewasnya 71 pengungsi dalam truk di Austria
Jerman menghitung jumlah pencarian suaka akan mencapai empat kali lipat menjadi 800 ribu orang pada 2015.
Kanselir Angela Merkel mengatakan pada reporter di Berlin pada Minggu, "Jika Eropa memiliki solidaritas dan telah menunjukkan solidaritas pada sesama, maka kita juga harus menunjukkannya sekarang."
Beberapa pemerintah negara sudah menolak menerima pengungsi dan melawan proposal Uni Eropa terhadap rencana serupa.
Beberapa negara juga mengetatkan kebijakan mereka akan pengungsi dan keamanan perbatasan, kadang karena sentimen anti-imigrasi.
Selain itu pada Minggu, Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May menyalahkan sistem tanpa batas Schengen, yang Inggris tidak termasuk di dalamnya, karena "memperparah tragedi". Dia meminta aturan Uni Eropa yang mengetatkan pergerakan bebas tersebut.
Beberapa pemerintah Eropa mempertimbangkan pembaruan kode Schengen tersebut, namun Komisi Eropa selaku badan eksekutif Uni Eropa, mengatakan bahwa langkah meningkatkan keamanan dan kontrol imigrasi tak diperlukan.
Perdana Menteri Italia Matteo Renzi yang negaranya mendapat tekanan besar sebagai titik masuk ke Eropa mengatakan bahwa Uni Eropa akan membuat "kebijakan tunggal mengenai pengungsi di Eropa, tak berarti ada banyak negara ada banyak kebijakan."











































