Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya mengecam Paus dan memperingatkannya untuk "tidak mengulang kesalahan ini".
Turki menolak penggunaan istilah genosida untuk menggambarkan pembunuhan, dengan mengatakan yang terjadi adalah perang saudara di mana korban tewas terjadi pada kedua pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki menarik utusannya untuk Vatikan setelah Paus Fransiskus menyampaikan komentarnya pada hari Minggu (12/04) pada sebuah misa di Basilika Santo Petrus, yang dihadiri presiden Armenia dan pimpinan Gereja Apostolik Armenia, Karekin II.
Paus mengatakan kemanusiaan telah melewati "tiga tragedi besar yang belum pernah terjadi sebelumnya" pada abad yang lalu.
"Yang pertama, di mana banyak pihak lihat sebagai genosia pertama abad 20, dialami warga Armenia," katanya.
(nwk/nwk)











































