Ditambahkannya bahwa Amerika Serikat juga akan mengkaji kembali pendekatannya atas masalah tersebut sebagai konsekuensinya walau tidak dijelaskan rinciannya.
Semalam menjelang pemiliihan umum, Benjamin Netanyahu mengatakan negara Palestina tidak akan berdiri selama dia berkuasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimanapun dalam sebuah wawancara dengan TV Amerika Serikat setelah meraih kemenangan, dia terdengar melunakkan pernyataannya.

Kemenangan Netanyahu membuat dia memimpin untuk masa jabatan keempat.
Perdana Menteri yang akan memerintah Israel untuk masa jabatan keempat itu mengaku dia tetap berkomitmen atas sebuah negara Palestina dan tidak mengubah kebijakannya.
Namun kepada stasiun TV MSNBC dia mengatakan 'situasinya harus berubah'
"Saya tidak ingin solusi satu negara. Saya ingin dua negara yang damai dan berkesinambungan namun untuk itu 'kondisinya harus berubah."
"Saya tidak pernah mengubah pidato saya di Universitas Bar Ilan enam tahun lalu yang menyerukan demilitarisasi negara Palestina yang menguasai negara Yahudi. Yang sudah berubah adalah kenyataannya," tambahnya.
Dia juga kembali mengulang kritiknya atas pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, yang sepakat membentuk pemerintah bersatu dengan kelompok militan Hamas, yang bersumpah untuk menghancurkan Israel.
(nwk/nwk)











































