Kemunculannya tersebut, dalam kondisi sehat di sebuah hotel di Havana, berlangsung Sabtu (20/10) lalu saat menemui seorang politisi mantan Wakil Presiden Venezuela Elias Jaua. Belakangan Jaua membenarkan pertemuan dengan Castro yang menurutnya berlangsung selama lima jam.
Kondisi kesehatan Castro terus-menerus menjadi bahan spekulasi politik stabilitas politik Kuba bahkan hingga kawasan benua Amerika, terutama sejak adiknya Raul mengambil alih jabatan kepresidenan tahun 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik-baik saja
kepada wartawan, mantan Wapres Jaua juga menunjukkan foto yang mengabadikan saat-saat pertemuannya dengan Castro yang nampak seperti kakek lanjut usia dengan topi lebar dan jenggot putih.Foto terakhir Castro yang dimuat media muncul pada Maret lalu saat mantan orang kuat Kuba ini bertemu Paus Benediktus yang tengah mengunjungi negeri komunis benua Amerika itu.
Castro telah lama absen dari muka publik dan kondisi kesehatannya menjadi bahan pembicaraan di berbagai situs media sosial bahkan beberapa kali menjadi sumber gosip karena berita kematiannya.
"Kami ngobrol selama lima jam soal pertanian, sejarah, politik internasional dan, yah, Fidel baik-baik saja," simpul Elias Jaua.
Bahkan setelah pertemuan itu, tambah Jaua, Castro menemaninya pergi ke Hotel Nacional: "Dia dengan sangat hormat mengantar saya pulang ke hotel."
Direktur hotel itu, Antonio Martinez mengatakan Castro nampak "sangat gembira, selalu tersenyum dan bicara tentang banyak hal".
Meski demikian, Castro tidak nampak dalam pemungutan suara yang digelar di Kuba pada hari Minggu (21/10). Dia memilih mengisi surat suara di rumah, lalu surat dimasukkan kotak suara di TPS oleh pembantunya.
Fidel Castro memimpin Kuba setelah revolusi tahun 1959, mulanya sebagai perdana menteri (1959-1976) dan kemudian sebagai presiden.
Tahun 2006, Fidel Castro terpaksa menjalani perawatan bedah karena kanker dan posisinya digantikan oleh adiknya, Raul.
(bbc/bbc)











































