
PBB menganggap pemukiman di Tepi Barat ilegal namun Israel selalu menyanggah.
Pemerintah Israel melakukan langkah yang sangat kontroversial dengan mendirikan universitas pertama di daerah pendudukan Tepi Barat.
Para pejabat menyepakati langkah untuk meningkatkan status kolese yang terletak di daerah pemukiman Ariel itu menjadi universitas atas rekomendasi menteri pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komite pendidikan tinggi Israel di daerah pendudukan Tepi Barat menyepakati langkah pembentuk universitas pertama Israel dalam 40 tahun.
Pemukiman di daerah pendudukan dianggap langkah ilegal berdasarkan hukum internasional namun Israel selalu menyanggah hal itu.
Palestina mengatakan keputusan untuk membentuk universitas merupakan bukti lebih lanjut bahwa Israel tidak terakhir untuk mengakhiri pendudukan di Tepi Barat yang diinginkan Palestina sebagai bagian dari rencana pembentukan negara.
Kecaman kelompok antipemukim
Dengan status universitas, maka mereka berhak mendapatkan lebih banyak lagi bantuan dana dari pemerintah.
Sejumlah kalangan menganggap langkah ini untuk memperkuat posisi Israel di Tepi Barat, kawasan yang dikuasai bersama Jalur Gaza dan Yerusalem Timur tahun 1967.
"Keputusan ini bukanlah keputusan untuk meningkatkan sistem pendidikan di Israel," kata Yariv Oppenheimer, kepala organisasi antipemukiman Peace Now.
"Langkah ini ditujukan untuk mendapatkan dukungan dari pemukim," tambahnya seperti dikutip kantor berita Reuters.
Perundingan damai Palestina dan Israel mengalami jalan buntu pada akhir tahun 2010 karena sengketa soal pemukiman.
Sekitar 311.000 pemukim Yahudi dan 2,5 juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat.
(bbc/bbc)











































