AS Sambut Presiden Baru Yaman

AS Sambut Presiden Baru Yaman

- detikNews
Minggu, 26 Feb 2012 12:08 WIB
Indonesia - BBC - Abdrabbuh Mansour Hadi


Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi mendapat dukungan Amerika Serikat.

Presiden AS, Barack Obama menyambut hangat pelantikan Abdurabbuh Mansour Hadi sebagai presiden Yaman dan menyebutnya sebagai "awal baru" bagi negara itu.

Dalam pernyataannya Obama mengatakan AS akan menjadi "sahabat setia bagi Yaman" dalam proses transisi demokrasi di negara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadi dilantik setelah presiden sebelumnya Ali Abdullah Saleh mundur dari jabatannya karena diprotes warganya selama berbulan-bulan.

"Dibawah kepemimpinan Presiden Hadi, Yaman bisa menjadi contoh bagi transisi damai bisa terjadi di tengah warga yang menolak kekerasan dan bersatu dalam keinginan yang sama," kata Obama.

"Rakyat Yaman telah meraih awal yang baru untuk negera mereka namun masih banyak hal yang masih harus mereka lewati di depan."

"Saya katakan kepeda Presiden Hadi bahwa Amerika Serikat akan berdiri bersama rakyat Yaman dalam melanjutkan pembangunan negara itu ke arah yang lebih cerah," tambah Obama.

Obama juga mengungkapkan duka cita terhadap tewasnya 26 orang warga Yaman akibat ledakan bom mobil di privinsi bagian selatan Yaman, Hadramaut.


Perangi militan



Serangan itu muncul sejam setelah Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi diambil sumpahnya sebagai presiden di kota Sanaa.

Seorang saksi mata yang tinggal di kota Mukalla mengatakan pelaku aksi bom bunuh diri berupaya mengendarai kendaraannya ke arah pintu masuk istana kepresidenan dan meledakannya persis di depan pintu masuk tersebut.

Korban tewas dalam aksi serangan itu kebanyakan adalah anggota pasukan keamanan elit Penjaga Republik.

Pejabat keamanan mengatakan al Qaeda berada di balik aksi serangan jika dilihat dari cara pelaku peledakan tersebut.

Wartawan setempat mengatakan anggota al-Qaeda dan pasukan pemberontak di selatan Yaman cukup aktif melakukan aksinya di wilayah tersebut.

Presiden Hadi dalam pidatonya berjanji untuk mengatasi aksi kekerasan dengan menumpas habis kelompok militan yang dicurigai kerap berada di belakang aksi tersebut.

Sejumlah aksi perlawanan baik dari kelompok Syiah di utara dan sejumlah sempalan al-Qaeda di Selatan tampaknya akan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Presiden Hadi dalam pemerintahaannya.


(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads