AS Lucuti Salah Satu Bom Nuklirnya

AS Lucuti Salah Satu Bom Nuklirnya

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2011 10:13 WIB
Indonesia - BBC - bom_b53


Bom B53 digunakan untuk menyasar musuh yang bersembunyi dalam bunker perlindungan.

Amerika Serikat melucuti salah satu bom nuklir andalan mereka di era perang dingin, B53 di Texas.

dalam proses perlucutan itu para ahli memisahkan sejumlah bagian dari bom yang beratnya setara dengan ukuran sebuah mobil van kecil ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka memisahkan bahan peledak berkekuatan tinggi seberat 136kg dari tempat uranium pada bom tersebut.

Kekuatan bom ini menurut para ahli mempunyai efek kehancuran hingga 600 kali lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada tahun 1945.

Bom ini sendiri disiapkan untuk mengahadapi krisis perang dingin pada tahun 1962 lalu dan ditempatkan di gudang senjata AS hingga tahun 1997.

AS merancang bom ini untuk menghancurkan musuh hingga ke dalam bunker persembunyian mereka.

Dalam penggunaanya bom ini harus dibawa lebih dulu dengan pesawat pembom B-52 dan saat dijatuhkan akan keluar sekitar lima parasut untuk mendaratkan bom secara halus ke sasaran.

Ketika dipucu daya ledaknya mempunyai kekuatan 9 megaton dan membentuk efek simultan seperti gempa bumi.


Lebih aman



Sebelum ini AS juga telah menghancurkan bom B53 ini pada tahun 1980 lalu.

Departemen Energi Urusan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) mengatakan program pelucutan bom ini selesai setahun lebih cepat dari yang mereka jadwalkan sebelumnya.

Kepala NNSA, Thomas DAgostino mengatakan penghentian penggunaan B53 yang terakhir ini merupakan sebuah upaya yang bisa disebut sebagai tongak penting.

"Dunia akan lebih aman dengan perlucutan bom ini," kata DAgostino.

Menurut angka yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Mei 2011 lalu, AS saat ini mempunyai 5.113 hulu ledak nuklir jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari yang mereka miliki pada tahun 1967. Saat itu mereka mengatakan mempunyai 3 1.255 hulu ledak nuklir.

AS saat ini mulai beralih ke senjata modern yang lebih kecil.

Sebelumnya Presiden Barack Obama mengatakan bahwa dia ingin mengurangi jumlah senjata nuklir dari dalam gudang senjata AS.


(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads