
Pasar saham kehilangan trilunan dollar dalam dua pekan terakhir.
Pasar Asia kembali terangkat setelah US Federal Reserve atau Bank Sentral AS mempertahankan suku bunganya hingga 2013 mendatang.
Pernyataan ini langsung membuat Wall Street mencapai kondisi terbaiknya dalam dua tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sejumlah analis menilai pasar masih akan terus bergejolak ditengah kekhawtiran terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi global.
Mereka mengatakan banyak investor masih khawatir terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan juga karena the Fed tidak mengeluarkan kebijakan baru untuk mendorong ekspansi seperti memberikan paket stimulus ekonomi.
Persolan ke depan
"Sejumlah pelaku pasar masih kecewa bahwa the Fed tidak melakukan langkah yang lebih dalam lagi," kata Robin Bew dari The Economist Intelligence Group.
Salah satu alasan kunci kenapa beberapa hari lalu terjadi aksi jual yang masif adalah karena ada ketakutan bahwa AS sebagai kekuatan ekonomi terbesar jatuh dalam jurang resesi.
Ketakutan itu semakin nyata setelah Standard & Poors mengeluarkan penilaian memangkas rating hutang AS dari AAA menjadi AA+ untuk pertama kalinya.
Analis mengatakan saat ini pasar akan melihat secara seksama mengenai kemungkinan pertumbuhan jangka panjang.
"Kegugupan pasar jangka pendek dipicu oleh penurunan rating ... namun itu sudah usai," kata Bew.
"Namun kekhawatiran jangka panjang bahwa AS dan Eroppa punya sejumlah persoalan serius dan hal itu belum benar-benar bisa terjawab masih melekat pada pelaku pasar," tambahnya.
(bbc/bbc)











































