
Bendungan terbesar di dunia dan makan korban sejuta lebih warga tergusur
Pejabat tinggi pemerintah Cina mengakui bahwa pembangunan bendungan Tiga Ngarai telah menciptakan sejumlah persoalan pelik dalam pengelolaan lingkungan yang harus dipecahkan segera.
Menurut sejumlah pejabat resmi negara itu, bendungan ini telah mengakibatkan berbagai bencana dan masalah terkait pemindahan lebih dari sejuta warga ke lokasi baru akibat tergusur proyek bendungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat lokal dan berbagai kelompok pegiat telah memperingatkan tentang ancaman berbagai masalah pasca proyek ini.
Namun seperti dilaporkan wartawan BBC di Beijing, Michael Bristow, Konsil Negara -lembaga pemerintah tertinggi Cina- berkeras menegaskan besarnya manfaat bendungan Tiga Ngarai.
Bendungan itu membantu mengurangi ancaman banjir, memperbaiki sistem irigasi pertanian serta menghasilkan listrik.
Namun akhirnya lembaga itu juga mengakui muncul masalah besar yang perlu diatasi segera.
Bendungan ini serta areal waduk seluas 600 kilometer dibelakangnya, telah menyeabkan terjadinya berbagai bencana lingkungan.
Kerap terjadi longsor pada tanggul pinggir waduk.
Pemerintah juga mengatakan berbagai hal perlu dilakukan untuk membantu warga korban gusuran proyek bendungan ini yang jumlahnya lebih dari sejuta jiwa.
Konsil negara, yang diketuai oleh PM Wen Jiabao, mengatakan pembangunan bendungan ini mempengaruhi industri perkapalan, irigasi serta simpanan air.
Ini lah yang sebelumnya sudah dikeluhkan oleh para pejabat lokal dimana proyek pembangunan berdampak.
Juga dikeluhkan kelompok pegiat.
Namun inilah pertama kalinya pejabat puncak negara itu mengakui bahwa ada persoalan besar dalam pembangunan bendungan terbesar di dunia tersebut.
(bbc/bbc)










































