Tidak Ada Perpecahan di Golkar

Berita Partai Golkar

Tidak Ada Perpecahan di Golkar

- detikNews
Jumat, 06 Feb 2009 10:24 WIB
 Tidak Ada Perpecahan di Golkar
Jakarta - Wacana agar Partai Golkar mengajukan calon presiden (capres) dari kadernya sendiri kembali mencuat. Sebelumnya muncul isu Partai Golkar akan mengusung Jusuf Kall (JK) sebagai cawapres pendamping SBY. Golkar pecah?  Tidak. Yang terjadi, Golkar justru solid.

 "Tidak ada sama sekali ya perpecahan di tubuh Golkar," tegas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Rully Chairul Azwar, Senin (2/2/2009).

Pada pertengahan Februari nanti, Partai Golkar akan menggelar Rapat  Konsultasi Nasional. Di forum ini nanti, persoalan capres dan cawapres  akan dibahas. Yang jelas, di forum ini, Golkar akan membahas mengenai persiapan pemilu legislatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut wawancara dengan Rully Chairul Azwar, selengkapnya:

Rapat Konsultasi nanti akan ada penentuan capres dari Partai Golkar?


 Posisi rapat konsultasi tidak mengambil keputusan. Tidak bisa mengubah  hasil Rapimnas yang lalu. Agenda bisa saja membahas apa saja. Yang jelas,  yang dibahas adalah persiapan pemilu legislatif, evaluasi perkembangan  keadaan suara terbanyak dan di lapangan juga bagaimana menyikapi target-target yang dipersiapkan.

 Agenda lain, juga akan dibahas agenda Pilpres aktual juga. Dan tidak ada  sama sekali ya perpecahan di tubuh Golkar .

 Jadi tidak ada penetapan capres?


Agenda bahas capres bisa saja, tapi tidak mungkin mengubah hasil Rapim. Kalau agenda bisa saja, rekomendasi juga bisa. Tapi hasil rekomendasinya harus dibawa ke Rapim lagi. Kalau mau mengubah hasil Rapim, harus dibuat Rapim baru, dan diubah di Rapim.

 Duet SBY-JK kemungkinan besar dipertahankan Golkar?


Opsi yang terbaik kalau kita analisa peluang-peluangnya adalah tetap  mengusung duet SBY-JK. Tapi ini juga tergantung dengan faktor-faktor lain.  Kita tidak bisa menentukan sendiri.

 Faktor lain itu apa?


 Banyak faktor yang mempengaruhi dan banyak variabel. Dari faktor  internal,  kita akan membahasnya di rapat terlebih dahulu, juga bagaimana dari pihak SBY, apakah masih mau berpasangan dengan calon kami. Itu nanti semuanya  akan diputuskan secara organisasi.

Jadi, Golkar tergantung SBY?


Dalam pemenangan pemilu legislatif, Golkar akan maju sendiri, dan kami  akan menjadi solid. Tapi pada pemilihan presiden berbeda. Pada pemilihan  presiden yang dipilih figur, makanya Partai Golkar akan berkoalisi.  Pasangan SBY-JK masih yang terkuat.

Banyak yang sebut Golkar 'banci' karena tergantung pada calon lain dan  hanya mengincar cawapres?

 Pilihan politiknya bukan pada banci dan tidak banci. Peluang menang  SBY-JK memang yang terbesar.

 Opsi lain selain SBY-JK?


Jika opsi yang pertama gagal, maka calon dari Golkar, dalam hal ini Jusuf Kalla akan maju sendiri. Tapi ini masih perlu diputuskan secara  organisasi.  (advertorial) (adv/adv)


Berita Terkait