Jelang RUPS, Bos Sido Muncul Ungkap 5 Jurus Pacu Kinerja Perusahaan

Jelang RUPS, Bos Sido Muncul Ungkap 5 Jurus Pacu Kinerja Perusahaan

Advertorial - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2026 00:00 WIB
Jelang RUPS, Bos Sido Muncul Ungkap 5 Jurus Pacu Kinerja Perusahaan
(Foto: Hana Nushratu/detikcom)Foto: adv
Jakarta - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk tahun buku 2025 pada 9 April 2026 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Salah satu agenda yang akan dilakukan dalam rapat tersebut yaitu perombakan pengurus perseroan. Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan dirinya direncanakan akan menjadi Direktur Utama atau CEO untuk kedua kalinya jika RUPS tersebut disetujui.

"Saya menjadi CEO Sido Muncul yang pertama pada tanggal 18 Desember 2013 dan selesai pada 17 Mei 2016. Kemudian digantikan Jonatha Sofjan Hidajat 2016-2018," jelas Irwan, dalam Press Conference Agenda RUPS SIDO di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

"Tanggal 17 Mei 2018 digantikan oleh David Hidayat dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2026," sambungnya.

Irwan merupakan generasi ketiga dari keluarga Rachmat Sulistyo, yang juga dikenal dengan nama Siem Thiam Hie. Sebagai anak tertua dari lima bersaudara, Irwan akan menjadi CEO terakhir sebelum diserahkan kepada generasi penerus.

"Ya saya kan yang paling tua, jadi mungkin 'ilok-iloke' kalau orang Jawa seperti itu, ya. Yaudah lah, yang paling tua aja nanti yang menyerahkan," kata Irwan.

"Nah rencananya kami akan menyerahkan kepada generasi penerus," lanjutnya.

Terapkan 5 Langkah Pacu Kinerja

Jelang RUPS, Bos Sido Muncul Ungkap 5 Jurus Pacu Kinerja Perusahaan(Foto: Hana Nushratu/detikcom)

Langkah pertama yang dilakukan Sido Muncul adalah mempersiapkan perseroan yang lebih baik dan transparan. Pembenahan ini dilakukan untuk memastikan tata kelola perusahaan berjalan lebih profesional dan dapat dipercaya oleh seluruh pihak yang terlibat.

Salah satu fokus utama dari perubahan ini adalah penyusunan aturan yang lebih tegas dalam pengelolaan perusahaan, termasuk dalam hal kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Dengan aturan yang jelas, perusahaan diharapkan dapat meminimalkan potensi konflik serta menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

"Makanya itu aturannya harus jelas, harus adil, harus transparan. Sampai tidak boleh ada sesuatu yang mencurigakan," ujar Irwan.

"Itu nanti kami akan lakukan itu dengan transparansi," sambungnya.

Selanjutnya, Sido Muncul melakukan efisiensi pengadaan barang melalui sistem monitoring Sido Monitoring Activity Real Time (SMART) dan pengelolaan inventaris (inventory adjustment). Sistem SMART memungkinkan seluruh aktivitas pengadaan barang dapat dipantau secara langsung oleh manajemen.

"Sekarang kami menjalankan sistem yang kami buat sendiri, yaitu Sido Monitoring Activity Real Time. Siapa saja yang mau melakukan pengadaan barang harus mencatat dan membandingkan minimal tiga penawaran harga," jelas Irwan.

Perusahaan juga melakukan penyesuaian dalam pengelolaan inventaris di tingkat distributor. Selama ini, beberapa distributor memiliki stok dua hingga tiga bulan. Manajemen menilai kondisi tersebut kurang efisien sehingga perusahaan melakukan penertiban agar masa inventaris menjadi lebih singkat.

"Supaya perusahaan ini efisien, supaya profitnya nanti lebih bagus," sambungnya.

Langkah ketiga yang dilakukan Sido Muncul yaitu memperluas pasar ekspor. Irwan mengatakan Sido Muncul selalu mengikuti aturan atau regulasi dari negara lain.

Ia menambahkan berbagai persiapan tersebut sudah berjalan dan diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi produk Sido Muncul di pasar internasional.

Strategi selanjutnya yaitu meningkatkan penjualan produk suplemen. Strategi ini juga digunakan untuk memperluas pasar ekspor ke berbagai negara.

Menurut Irwan, langkah tersebut dilakukan agar produk Sido Muncul dapat lebih mudah masuk ke pasar global, karena kategori suplemen makanan umumnya memiliki regulasi yang lebih seragam di tingkat internasional.

Terakhir, Sido Muncul juga melakukan kampanye masyarakat untuk menabung dalam bentuk saham. Dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor pasar modal Indonesia per akhir Januari 2026 telah mencapai 21.037.426 single investor identification (SID).

Irwan mengatakan angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat (AS). Menurut Irwan, salah satu tantangan utama adalah cara pandang masyarakat terhadap investasi saham yang sering dikaitkan dengan risiko kerugian.

"Dari ratusan orang yang saya tanya, hanya sedikit yang masih mau mencoba lagi. Sebagian besar sudah kapok," ujar Irwan.

Oleh karena itu, Irwan ingin mengubah cara pandang masyarakat dengan mengganti istilah investasi saham menjadi menabung saham. Kampanye menabung saham pun dimulai dari lingkungan sekitarnya seperti karyawan.

"Bukan investasi saham, tapi menabung saham. Pilih perusahaan yang punya track record baik," katanya.

Irwan menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah kewajiban, melainkan bentuk edukasi agar karyawan mulai terbiasa menabung di pasar modal.

"Saya ingin meyakinkan karyawan supaya mulai menabung saham. Bukan dipaksa, tapi diberi pemahaman," ujar Irwan.

Irwan berharap kampanye menabung saham dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk ikut memiliki saham perusahaan dan berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatnya jumlah investor domestik, Irwan optimistis pasar modal Indonesia akan semakin kuat dan tidak terlalu bergantung pada investor asing di masa depan.

"Walaupun hanya membeli saham sedikit setiap bulan tidak masalah. Yang penting kebiasaan menabung saham itu terbentuk," jelas Irwan.

Rencana Susunan Direksi

Jelang RUPS, Bos Sido Muncul Ungkap 5 Jurus Pacu Kinerja Perusahaan(Foto: Hana Nushratu/detikcom)

Pada RUPS tanggal 9 April mendatang direncanakan penggantian pengurus perseroan SIDO. Irwan Hidayat diproyeksikan menjadi Direktur Utama. Sementara, posisi Direktur akan diisi oleh David Hidayat, Maria Reviani Hidayat, Darmadji Sidik, Budiyanto.

SIDO juga akan menetapkan Sofyan Hidayat sebagai Komisaris Utama. Di samping itu, Jonathan Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati W, Dr dr Mohammad Adib Khumaidi SpB, dan Prof Lindawati Gani akan menjabat sebagai Komisaris.

(adv/adv)

Berita Terkait