Gelar Konvensi IOG 2021, SKK Migas Hadirkan Para Menteri hingga Ahli

Advertorial - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 00:00 WIB
adv ssk migas
Foto: dok. SKK Migas
Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan menggelar konvensi minyak dan gas bumi (Migas) terbesar di Indonesia, The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2021). Digelar secara hybriddi Bali, acara ini akan berlangsung selama 3 hari dari 29 November-1 Desember 2021.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menjelaskan IOG 2021 diselenggarakan dalam rangka meningkatkan investasi, menciptakan inovasi, dan membangun kolaborasi. Selain itu, IOG 2021 juga merupakan komitmen pemerintah dalam membangun iklim industri minyak dan gas Indonesia untuk memiliki daya tarik lebih di pasar internasional.

Sebab, IOG 2021 akan mencakup target besar pada tahun 2030, yakni produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (BOPD) serta gas bumi sebanyak 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

"Melalui konvensi IOG 2021, SKK Migas mendorong kontribusi pelaku industri migas seluruh dunia termasuk publik untuk berpartisipasi menghasilkan program nyata guna meningkatkan peran strategis industri migas bagi perekonomian nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dwi menyebut konvensi IOG 2021 rencananya akan dihadiri lebih dari 120 pembicara dengan narasumber utama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir.

Selain itu, IOG 2021 juga akan melibatkan sederet tokoh dan ahli berskala nasional dan internasional dari berbagai institusi di antaranya, Rina Rudd (Husky Energy), Diego Portoghese (ENI Indonesia), Ronald Gunawan (Medco), dan Doddy Abdassah (Institut Teknologi Bandung).

Adapun para narasumber tersebut nantinya akan membahas berbagai topik menarik antara lain, Low Carbon Initiative and Energy Transition, Collaboration and Reshaping Paths to 1 Million BOPD and 12 BSCFD Gas in 2030, Boosting Investment Into Upstream Oil and Gas Indonesia, serta Working Area Bid Mechanisms and Open Area Potentials in Indonesia. Selain itu, ada juga 10 forum lainnya yang membahas soal ekonomi dan keuangan, eksplorasi dan eksploitasi, health & wellness, sumber daya manusia, supply chain management, komersial, audit, sekuriti, lingkungan, dan teknologi informasi.

Sebagai informasi, IOG ini merupakan sebuah konvensi internasional yang menjadi wadah diskusi seluruh pemangku kepentingan di industri minyak dan gas Indonesia. Sebelumnya, di tahun 2020, konvensi IOG sukses diselenggarakan secara virtual dengan total pengunjung sebesar 11.000 orang dan 80 speaker berpengalaman di sektor Migas.

Untuk meningkatkan kolaborasi dalam memajukan industri hulu migas, konvensi ini terbuka untuk umum dan mengundang seluruh pihak seperti institusi pemerintahan, investor, mahasiswa, dan masyarakat luas dalam dan luar negeri. Bagi publik yang tertarik bergabung untuk berdiskusi membicarakan masa depan industri minyak dan gas Indonesia, dapat mengakses pendaftaran di tautan https://www.iogconvention.com. (adv/adv)