Di Acara Ini Kemenkop Akan Bicara Peran UMKM bagi Ekonomi RI

Advertorial - detikNews
Senin, 14 Des 2020 00:00 WIB
adv src
Foto: Istimewa
Jakarta - Tahun 2020 dipenuhi dengan tantangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh aspek kehidupan, terutama ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada Kuartal III 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan minus 3,49%, di mana sebelumnya pada Kuartal II tahun 2020 pertumbuhan ekonomi juga tercatat minus 5,32%. Nilai pertumbuhan yang minus pada dua kuartal berturut-turut merupakan indikasi bahwa ekonomi Indonesia memasuki zona resesi.

Tentunya dalam kondisi saat ini, Indonesia sangat berharap kepada UMKM yang menjadi entitas bisnis di Indonesia untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Belum lagi di masa pra pandemi, UMKM berkontribusi bagi PDB Indonesia yang terus meningkat hingga 60%.

Sayangnya, beberapa UMKM juga menjadi korban keganasan dari COVID-19. Bantuan pun terus diberikan oleh pemerintah mulai dari BPUM senilai Rp 2,4 juta untuk 9,1 juta UMKM, bantuan subsidi bunga, dan juga relaksasi kredit.

Selain bantuan dalam bentuk modal dan keringanan kredit, Kementerian Koperasi dan UKM juga meluncurkan e-katalog untuk menumbuhkan permintaan produk UKM. Program yang digarap bersama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM di platform digital.

Lalu seberapa pentingkah peran UMKM bagi ekonomi Indonesia? Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UMKM Eddy Satriya akan membeberkan bagaimana UMKM dapat mendorong kemajuan Indonesia hingga program dari Kemenkop yang kini tengah dijalankan untuk membantu para UMKM melewati masa pandemi ini.

Ia juga akan memberikan pandangannya terkait dampak besar UMKM bagi Indonesia di masa mendatang dan juga apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mendukung UMKM dan juga perekonomian Indonesia.

Semua jawaban dari Kemenkop UMKM bisa Anda temukan dalam acara Festival SRC Indonesia (FSI) yang merupakan acara tahunan SRC dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat luas terhadap SRC melalui pesan #BersamaMelangkahMaju, memperingati pencapaian toko kelontong selama tahun 2020 dan kontribusinya terhadap UMKM di Indonesia.

Inisiatif tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen SRC dalam menggerakkan ekonomi di tengah pandemi dan merupakan tahun ke-12 SRC menggelar festival yang disaksikan ribuan pedagang kelontong di tanah air.

Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) Henny Susanto menjelaskan lebih dari satu dekade SRC berperan aktif di sektor UMKM di Indonesia dan momentum festival kali ini selain memberikan apresiasi kepada pedagang kelontong SRC. Selain itu, acara tersebut diharapkan dapat membangkitkan semangat #BersamaMelangkahMaju kepada pelaku UMKM lainnya di tengah situasi yang dinamis.

Langkah konkrit tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional dimana UMKM merupakan sektor utama yang mampu menggerakkan roda perekonomian.

"Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan, namun dibalik itu ada harapan untuk mengasah kreatifitas tanpa batas yang dapat memberikan manfaat besar untuk lingkungan dan masyarakat luas, seperti Festival SRC Indonesia 2020 ini," jelas Henny dalam keterangan tertulis.

Tak hanya pihak Kemenkop UMKM yang akan memberikan statementnya pada acara ini, beberapa narasumber juga akan menyampaikan pandangannya terkait peran UMKM bagi Indonesia. Pembicara tersebut antara lain, Direktur Smesco Indonesia Leonard Theosabrata, hingga Komisaris PT SRC Indonesia Sembilan Ivan Cahyadi.

Acara ini ditayangkan langsung oleh detikcom pada hari Sabtu, 19 Desember 2020 pukul 15.00 WIB. Untuk itu, jangan lewatkan pembahasan menarik soal peran penting UMKM untuk memajukan Indonesia dan bagaimana strategi dari Kemenkop untuk membantu UMKM mencapai hal tersebut.

Sebagai informasi, saat ini SRC telah memiliki jaringan lebih dari 130 ribu toko kelontong yang tersebar di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Selain meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para pedagang kelontong, SRC juga terus bergerak maju mengikuti perkembangan zaman dengan menyiapkan aplikasi digital yang dinamakan Ayo SRC Indonesia, sehingga akses masyarakat terhadap SRC lebih mudah dan otomatis menciptakan ekonomi baru. (adv/adv)