Pemkot Mojokerto Berdayakan Lahan untuk Kegiatan Pertanian Warga

Advertorial - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 15:30 WIB
adv mojokerto
Foto: Dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta - Guna memacu detak ekonomi regional, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memberikan bantuan ketahanan pangan. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan, yakni pemberian bantuan bibit tanaman sayuran untuk mendukung usaha pertanian warga.

Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) juga memberdayakan lahan milik pemkot untuk dijadikan area tanam komoditas jagung.

Bertepatan dengan momentum Hari Pangan Sedunia, Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari, bersama Waki Wali Kota Mojoktero Achmad Rizal Zakaria, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Mojokerto mengikuti panen perdana tanaman jagung, Jumat (16/10). Di hari yang sama, juga dilakukan penyerahan bantuan permodalan di Balai Kelurahan Gunung Gedangan.

Tanaman jagung ditanami di lahan milik Pemkot Mojokerto, salah satunya lahan seluas 1,5 hektare yang berada di Keluarahan Gunung Gedangan. Lahan tersebut dikelola oleh warga-warga Desa Kedungsari sejak Juli 2020 untuk ditanami jagung varietas NK 212.

Sementara itu, bantuan yang diberikan dalam acara di Kelurahan Gunung Gedangan berupa bibit sayuran untuk 600 KK. Bibit yang diberikan antara lain bibit bungkul, cabai, tomat, terong. Selain dalam bidang pertanian, warga yang berminat dalam bidang peternakan juga mendapat bantuan modal usaha berupa ayam buras dan ayam petelur beserta kandang dan pakannya.

Pemkot Mojokerto juga memberikan bantuan modal untuk pelaku usaha perikanan, berupa bibit ikan nila dan ikan lele. Ada 17 kelompok warga yang mendapat bantuan bibit ikan lele dan satu kelompok mendapat bantuan bibit ikan nila. Masing-masing kelompok juga diberikan bantuan kolam dan pakan ikan.

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan pemerintah telah menyiapkan bantuan program ketahanan pangan untuk 10 ribu KK. Ia menerangkan kegiatan ketahanan pangan merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19.

"Di dalam kegiatan ketahanan pangan ini ada salah satu upaya di mana masyarakat kita aja untuk melakukan budidaya berbagai macam ada sayur mayur ada juga ikan ataupun unggas," ungkap Ning Ita.

Ia menguraikan budidaya pertanian juga dilakukan oleh DKPP Kota Mojokerto. Hasil pertanian tersebut lantas dibagikan kepada masyarakat.

"Semua bantuan ini kita harapkan tidak hanya bisa memberikan kecukupan atas kebutuhan pangan masyarakat kita tapi ke depan masyarakat kita ajak untuk lebih sabar lebih telaten," imbuh Ning Ita.

Ia menambahkan sekalipun Mojokerto bukan daerah pertanian, pengembangan kegiatan pertanian tetap bisa dilakukan. Program pertanian, kata Ning Ita, memacu warganya untuk bisa berinovasi agar dapat melalui masa pandemi.

"Tidak hanya pertanian tentunya peternakan juga bisa kita upayakan artinya suasana pandemi ini justru menuntut kita lebih inovatif dan kreatif dan ini terbukti kita bisa melakukannya." sambung Ning Ita.

"Bagaimana beralih dari wilayah perkotaan yang notabene memang jarang sekali ada pertanian karena ketersediaan lahan yang cukup sempit, kita arahkan untuk lebih inovatif memanfaatkan lahan yang sempit untuk kegiatan ketahanan pangan dan ini bisa kita lakukan secara bertahap dari hasil itu untuk menjadi mata pencaharian masyarakat ke depan kuncinya dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan," lanjutnya.

Ning Ita menguraikan dengan adanya pemberdayaan program pertanian dan peternakan, memicu perubahan pola hidup warga perkotaan yang selama ini jarang sekali melakoni kegiatan tersebut. Ia pun mengajak warga untuk selalu semangat dan terus berinovasi memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia, sehingga bisa dijadikan mata pencaharian yang turut menggerakkan ekonomi wilayah.

"Dan insya allah kami juga akan melakukan pendampingan sampai dengan 6 bulan agar masyarakat kota ini mulai terbiasa untuk melakukan kegiatan budidaya ke depannya dan ini akan menjadi kebiasaan hidup yang akhirnya bisa menjadi sumber mata pencaharian atau ekonomi warga Kota Mojokerto," tutup Ning Ita.

(adv/adv)