Sekotak PLTD PLN Ini Bantu Terangi Pos TNI di Perbatasan RI-Vietnam

Advertorial - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 00:00 WIB
PLTD di Sekatung (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Pagi itu Letda Herry Agus Numberi yang merupakan komandan satgas pengamanan perbatasan di Pulau Sekatung tampak serius mendengarkan informasi mengenai mesin PLTD yang baru saja terpasang di posnya.

Dwi Ristiono selaku Manager ULP PLN Natuna menjelaskan bahwa 2 PLTD yang masing-masing berdaya 80 kw dan 10 kw bisa digunakan bergantian saat pagi dan malam hari.

Herry yang baru beberapa hari datang dari ibu kota Kabupaten Natuna, Ranai, langsung tak sabar mencoba menyalakan PLTD tersebut. Meski nantinya dia tidak akan repot menghidup-matikan mesin karena PLN sudah menyediakan operator di pulau tersebut.

"Dengan PLN telah menyediakan pasokan listrik maka kami sebagai satgas yang menempati Pulau Sekatung ini sangat senang karena selama ini kami menggunakan genset itu hanya sampai jam 12 malam. Dengan adanya PLN kami bersyukur karena pemerintah masih melihat kami yang ada di batas luar negara ini," ucap Marinir asal Papua ini kepada detikcom.

Dia mengatakan sebelumnya, saat memakai genset, TNI harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun kini setelah adanya PLN seolah perbatasan Pulau Sekatung makin hidup.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena beberapa hari ini setelah PLN nyala di Pulau Sekatung kita merasa kalau benar-benar ada kehidupan di pulau ini," tandas dia.

Sekotak PLTD PLN Ini Bantu Terangi Pos TNI di Perbatasan RI-VietnamSinergi PLN dan TNI di Pulau Sekatung (Foto: Mustiana Lestari)

Bukan cuma merasa lebih 'terang', dia juga mengaku bisa melakukan lebih banyak aktivitas, seperti mengaktifkan radio untuk laporan ke satuan yang lebih tinggi. Bahkan hadirnya PLN pun dianggap berhasil mengentaskan kejenuhan.

"Dengan bertambahnya kesejahteraan di sini, adanya PLN sangat bagus buat prajurit ke depannya lebih semangat berdinas," tutur pria yang paling muda di antara anggotanya tersebut.

Apalagi kini hadir satu personel lagi yang ikut menginap bersama para anggota satgas. Dia adalah operator PLN yang ditempatkan secara bergantian di Pulau Sekatung.

"Di sini kami mendapatkan tambahan dari PLN satu personel membantu kami sebagai operator menjaga mesin di Pulau Sekatung ini. Kami sampaikan kepada dia, anggap kami sebagai teman atau keluarga kalau ada yang butuh kamu curhat cerita sama kami karena kami teman terdekat di pulau ini," jelasnya sambil tersenyum.

Kendati demikian, Herry mengatakan meski kesejahteraan prajurit perbatasan sudah bertambah berkat hadirnya, dia berharap agar anggotanya tetap semangat menjaga perbatasan NKRI.

"Untuk setiap prajurit di perbatasan Indonesia, kami sangat bangga dan kami akan tetap membela NKRI tidak ada sejengkal tanah pun yang akan lepas. Bagi kami, prajurit, sekali kami ditempatkan itu berarti di situ kita akan membela sampai titik darah penghabisan," tegasnya.

Sementara itu Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah menjelaskan PLN hadir di perbatasan untuk mendukung pertahanan dan keamanan TNI dalam menjaga NKRI.

"Kontribusi itu nyata diwujudkan dalam rangka mendukung pertahanan dan keamanan NKRI yang selama ini dijaga oleh pasukan TNI. Sehingga dengan hadirnya PLN di Sekatung kami harapkan listrik tersebut dapat bermanfaat dalam mendukung proses pertahanan dan keamanan NKRI," tutupnya.

Detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!



(adv/adv)