Festival Lapak PerpuSeru Sukses Sebarkan Inspirasi Literasi

Festival Lapak PerpuSeru Sukses Sebarkan Inspirasi Literasi

Advertorial - detikNews
Jumat, 05 Okt 2018 00:00 WIB
Festival Lapak PerpuSeru Sukses Sebarkan Inspirasi Literasi
Petani muda Anjar Priyanto, Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia Titie Sadarini, public figure dan pemerhati pendidikan di generasi milenial Tasya Kamila, dan Deputi II Woro Titi Haryanti, MA di Festival Lapak PerpuSeru (Foto: dok. Coca-Cola)
Jakarta -

Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) menyelenggarakan Festival Lapak PerpuSeru (Perpustakaan Seru) yang digagas sejak November 2011 lalu. Tujuannya sebagai upaya untuk menyebarkan inspirasi literasi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Literasi memegang peranan krusial dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, khususnya pada generasi muda. Untuk itu, di Festival Lapak PerpuSeru yang kedua kalinya ini dihadirkan puluhan karya serta kisah sukses lintas daerah dan generasi. Semuanya memiliki satu kesamaan, yakni semangat maju bersama perpustakaan.

Sebagai informasi, Festival Lapak PerpuSeru digelar dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada 14 September 2018. PerpuSeru telah meletakkan fondasi dasar transformasi perpustakaan berbasis teknologi dan menjadikannya sebagai pusat belajar literasi.

PerpuSeru bermitra dengan pemerintah melalui perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah. Hingga saat ini, program PerpuSeru sudah hadir di 18 provinsi, 104 perpustakaan kabupaten, lebih dari 1.000 perpustakaan desa, dan sudah diakses 14 juta masyarakat. Bahkan sudah memberikan dampak kemandirian sosial ekonomi pada masyarakat.

"Kami senang dan bangga bahwa program PerpuSeru yang diluncurkan oleh Coca-Cola Foundation Indonesia memiliki dampak yang nyata pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Dengan transformasi perpustakaan yang dilakukan, seperti peningkatan kapasitas serta berinovasi dan berkreasi dalam layanan perpustakaan, kami ingin mendorong masyarakat khususnya generasi muda untuk terus mengembangkan diri melalui beragam program pelatihan di perpustakaan," ujar Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia Titie Sadarini dalam keterangan tertulis, Kamis (4/10/2018).

Dalam kesempatan yang sama, PerpuSeru juga menggelar penggalangan donasi untuk membantu pembangunan kembali perpustakaan di Lombok yang rusak akibat gempa lalu. Penggalangan dana ini dilakukan melalui kitabisa.com dan acara di Festival Lapak PerpuSeru.

"Hari ini Coca-Cola Foundation Indonesia turut menyumbangkan bantuan senilai Rp 100 juta ke perpustakaan di Lombok dengan harapan turut membantu renovasi dan pembangunan perpustakaan. Harapan kami melalui acara Festival Lapak PerpuSeru dan kitabisa.com/perpuseru, semakin banyak yang bersama-sama ingin membantu membangun kembali perpustakaan di Lombok agar masyarakat bisa hadir kembali di perpustakaan, meraih pengetahuan dan memperoleh inspirasi literasi untuk kesejahteraan," tambah Titie yang memberikan simbolis cek kepada perwakilan Perpustakaan Lombok.

Penyerahan bantuan untuk Perpustakaan Lombok Timur (Foto: dok. Coca-Cola)Penyerahan bantuan untuk Perpustakaan Lombok Timur (Foto: dok. Coca-Cola)
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan (Deputi II) Woro Titi Haryanti turut mengapresiasi gelaran Festival Lapak Perpuseru 2018 ini. Menurut dia, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia termasuk generasi muda bahwa perpustakaan mampu membawa perubahan bagi masyarakat. Untuk dapat membangun bangsa berkemampuan literasi tinggi, perpustakaan menjadi institusi terpenting yang mempunyai peran sentral dalam membangun literasi sosial.

Tak lupa, Roro berpesan agar peranan perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan keterampilan. Oleh karena itu, perpustakaan bisa menjadi institusi pelopor gerakan literasi untuk kesejahteraan.

Salah satu yang sudah merasakan manfaat dari PerpuSeru adalah Anjar Priyanto. Dia adalah petani muda dari Desa Kelor Kabupaten Gunung Kidul yang membudidayakan terong dan cabai merah. Berawal keinginan menambah pengetahuan tentang budidaya 2 komoditas tersebut, Anjar melangkahkan kaki dan memperoleh pengetahuan baru di perpustakaan.

"Saya sangat senang ketika ilmu yang saya dapatkan memberikan dampak pada peningkatan hasil panen saya. Sehingga saya pun berinisiatif mengajak pemuda lain untuk bergabung kelompok tani muda. Awalnya saya memang mendapat cibiran dari masyarakat, namun membuat saya semakin terpacu untuk terus belajar pertanian modern di perpustakaan. Kini kelompok tani muda semakin berkembang, baik dalam jumlah petani muda dan penghasilannya," ujar Anjar.

Tasya Kamila sebagai public figure dan pemerhati pendidikan di generasi milenial juga mengaku senang berada di tengah Festival Lapak PerpuSeru.

"Saya percaya bahwa literasi memegang peranan penting untuk kemajuan sumber daya manusia Indonesia. Literasi membantu setiap pribadi untuk berkembang menjadi sosok yang mandiri sosial, ekonomi dan kompeten. Mari kita bersama-sama terus gaungkan literasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar Tasya.

Titie Sadarini dan Tasya Kamila mengunjungi salah satu 'lapak' dari Festival Lapak PerpuSeru  (Foto: dok. Coca-Cola)Titie Sadarini dan Tasya Kamila mengunjungi salah satu 'lapak' dari Festival Lapak PerpuSeru (Foto: dok. Coca-Cola)
Melihat keberhasilan PerpuSeru dalam memberikan dampak pembangunan kesejahteraan khususnya masyarakat pedesaan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang didukung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan mereplikasi program PerpuSeru pada 2019. Hal itu dilakukan untuk menjadi bagian strategi pengentasan kemiskinan melalui pemanfaatan perpustakaan untuk membangun kesejahteraan masyarakat dalam kegiatan Prioritas Nasional.

Bappenas juga menyetujui agar program PerpuSeru masuk dalam Prioritas Nasional dengan tiga tujuan utama. Pertama sebagai pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar. Kedua untuk pemerataan layanan pendidikan berkualitas. Ketiga sebagai penguatan literasi untuk kesejahteraan dengan target 300 perpustakaan di beberapa kabupaten. (adv/adv)
Berita Terkait