General Debate Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di Markas Besar PBB mengusung tema 'Membuat PBB relevan dengan semua orang. Kepemimpinan Global dan Tanggung Jawab Bersama untuk Masyarakat yang Damai, Berkeadilan dan Berkelanjutan'.
Delegasi Indonesia mengapresiasi tema tersebut karena dinilai tepat dan sesuai dengan realitas dunia saat ini. Dalam menciptakan perdamaian, kesetaraan dan keberlanjutan dibutuhkan kepemimpinan global dan tanggung jawab bersama negara di dunia.
Adapun isu-isu strategis yang diangkat dalam sidang ini ialah Kesetaraan Gender, Migrasi dan Pengungsi, Pekerjaan yang layak, Aksi untuk LH, Orang dengan kecacatan, Revitalisasi PBB, Pemuda, serta Perdamaian dan Keamanan.
Foto: dok.Menko PMK |
Untuk itu, Indonesia berkomitmen akan terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. Bahkan, Indonesia merupakan negara terbesar kedelapan yang menyumbangkan pasukan perdamaian dunia. Hingga kini, Indonesia telah menyumbang lebih dari 3.500 personel pada 9 misi perdamaian PBB.
General Debate Sidang Majelis Umum PBB ke-73 kali ini dipimpin oleh Presiden terpilih UNGA 73 Maria Fernanda Espinosa Garces, serta diikuti oleh Kepala Negara atau perwakilannya dari seluruh dunia. Sementara delegasi Indonesia diwakili oleh Wapres Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani, dan Menlu Retno L Marsudi.
Dalam rangkaian High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York ini, Menko Puan direncanakan memimpin delegasi Indonesia dan memberikan pernyataan resmi dalam High Level Meeting on Non-Communicable Diseases pada 27 September 2018.
Baca berita lainnya dari Kemenko PMK di sini.
(adv/adv)












































Foto: dok.Menko PMK