DetikNews
Kamis 25 Januari 2018, 00:00 WIB

Pemilik Ritel Tradisional Harus Siap Bersaing di Pasar Modern

advertorial - detikNews
Pemilik Ritel Tradisional Harus Siap Bersaing di Pasar Modern
Jakarta -

Pertumbuhan pasar modern yang semakin tinggi di Indonesia, tampaknya turut mempengaruhi kelangsungan bisnis ritel tradisional. Faktor utama yang mempengaruhinya yakni pergeseran pola belanja konsumen.

Dewasa ini, makin banyak konsumen yang tergiur untuk mencoba bahkan beralih berbelanja ke ritel modern. Alasannya, ritel modern menawarkan kenyamanan berbelanja yang tidak didapatkan konsumen di ritel tradisional, misalnya kebersihan dan beragam promosi yang ditawarkan.

Pemilik Ritel Tradisional Harus Siap Bersaing di Pasar Modern

Tampilan dan pengelolaan ritel modern juga lebih terstruktur. Produk yang dijual lebih lengkap dan tertara rapi. Alhasil, keberadaan ritel modern seolah menjadi ancaman bagi ritel tradisional. Dari fenomena ini, banyak pemilik ritel tradisional kecil yang harus gulung tikar karena gagal bersaing dengan pebisnis andal yang kian giat membuka ritel modern.

Permasalahan ini akhirnya mendapat perhatian dari Sampoerna untuk mendirikan Sampoerna Retail Community (SRC). Komunitas ini menaungi kemitraan strategis antara Sampoerna dan pemilik ritel tradisional agar tetap bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan jumlah pelanggan nya.

Pemilik ritel tradisional yang bergabung dalam komunitas ini akan diberi bimbingan. Tujuannya, agar mereka bisa mengikuti perkembangan dan dinamika pasar sehingga lebih siap bersaing di pasar ritel Indonesia.

Menariknya, tidak hanya Sampoerna yang akan memberikan ilmu pemasaran untuk pemilik ritel tradisional mitra strategisnya. Partner strategis Sampoerna dan ahli pemasaran ternama juga akan membagikan ilmu pemasaran kepada para pemilik ritel tradisional tersebut.

Dari sini, pemilik ritel tradisional diharapkan bisa semakin tumbuh kesadaran dan semangatnya untuk terus berbenah. Tentunya maju bersama sebagai jaringan akan terasa lebih nyaman daripada maju seorang diri.

Hal itu seperti gambaran filosofi sapu lidi. Sangat mudah untuk mematahkan satu batang lidi, namun kondisi akan menjadi berbeda saat mereka dikumpulkan menjadi sebuah sapu yang kokoh.

Dengan bergabungnya puluhan ribu ritel, maka Sahabat SRC juga bisa saling berbagi dan membantu secara lokal di paguyuban masing-masing area untuk terus memacu perkembangan usahanya.

Program kemitraan SRC yang sudah diluncurkan sejak 2008 ini diharapkan bisa terus dikembangkan oleh Sampoerna. Banyaknya peritel SRC yang telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial diharapkan bisa terus menyalurkan hal positif itu melalui aktivitas sosial lain, baik untuk lingkungan maupun masyarakat sekitar.


(adv/adv)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed