Sido Muncul Dukung Penelitian Obat Herbal di Kalangan Universitas

Sido Muncul Dukung Penelitian Obat Herbal di Kalangan Universitas

advertorial - detikNews
Rabu, 13 Des 2017 00:00 WIB
Sido Muncul Dukung Penelitian Obat Herbal di Kalangan Universitas
Penandatanganan perjanjian kerja sama mengenai Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat oleh Sido Muncul dan Universitas Warmadewa, Bali (Foto: detikcom)
Jakarta - Sido Muncul yang bergerak di industri jamu dan farmasi, tidak hanya meningkatkan produksi obat-obatan herbal saja. Namun juga mengajak para tenaga ahli untuk melakukan penelitian mengenai obat-obatan herbal. Hal itu disosialisasikan melalui seminar 'Masa Depan Herbal Indonesia untuk Kesehatan, Journey from Laboratory to the Market'.

Kali ini, PT Sido Muncul bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa mengadakan seminar tersebut di Auditorium Universitas Warmadewa, Bali pada Sabtu (9/12/2017). Tujuannya agar para peserta yang merupakan dokter, ahli kesehatan, serta mahasiswa mengenali keunggulan tanaman herbal untuk pengobatan.

"Melalui seminar herbal seperti ini diharapkan dunia kedokteran memiliki wawasan yang luas mengenai perkembangan industri jamu, penelitian-penelitian yang dilakukan, juga penggunaan jamu untuk pelayanan kesehatan," ujar Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat.

Selain mengadakan seminar, Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan Rektor Universitas Warmadewa Putu Widjana menandatangani perjanjian kerja sama mengenai Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Pada kesempatan yang sama, PT. Sido Muncul juga menyerahkan bantuan kepada koordinator posko bencana Gunung Agung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa untuk korban erupsi Gunung Agung senilai Rp 200 juta.

Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan bantuan untuk korban erupsi Gunung Agung (Foto: detikcom)Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan bantuan untuk korban erupsi Gunung Agung (Foto: detikcom)

"Sido Muncul adalah perusahaan yang sudah hebat dan besar. Kerja sama ini memungkinkan kita memanfaatkan fasilitas demi meningkatkan kapasitas kita dalam lingkup penelitian. Kami sadar obat herbal pemanfataannya makin luar biasa," ujar Putu saat ditemui detikcom usai seminar.

Ia juga mengatakan obat-obatan herbal mudah dicari, relatif lebih murah, dan toksisitasnya telah diuji. Pemanfaatannya pun tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia, tapi juga dunia.

"Permasalahan kualitas, keamanan, dan regulasi pada obat-obatan herbal yang harus kita tuntaskan. Maka kita perlu kerja sama dengan perusahaan-perusahaan herbal. Ini merupakan langkah awal bagi universitas, khususnya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan mulai menjalin kerja sama dengan Sido Muncul," lanjutnya.

Ketua Yayasan Universitas Warmadewa yang turut hadir dalam seminar ini menyetujui pernyataan rektor. Ia mengungkapkan bahwa peran perguruan tinggi turut andil memberikan kontribusi terbaik pada masyarakat.

"Perguruan tinggi harus di-connect-kan dengan industri dan luar, yakni riset dan pengabdian masyarakat. Industri juga butuh hasil riset. Saya menyambut baik inisiatif Sido Muncul menggandeng perguruan tinggi. Maka lembaga akan menjadi produktif ketika bergandengan dan memberikan kontribusi pada masyarakat. Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, harus bersinergi," katanya.

Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara ahli seperti Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM RI Ondri Dwi Sampurno, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI Ina Rosalina, Direktur PT. Sido Muncul Irwan Hidayat, imunolog dan peniliti herbal sekaligus guru besar Universitas Diponegoro Edi Dharmana, dan guru besar Universitas Gajah Mada I Nyoman Kertia.

Turut hadir pula peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Ipang Djunarko, perwakilan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Warmadewa Sri Masyeni, UPT Lab Sumber Daya Genetika Pasca Sarjana Universitas Udayana I Gede Putu Wirawan, Ketua Pelaksana SP3T Provinsi Bali Tjokorda Gde Dharmayuda, dan perwakilan Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia A.A Putu Agung Mediastari. (adv/adv)

Berita Terkait