DetikNews
Selasa 26 September 2017, 00:00 WIB

IKF VI Dukung Inovasi dan Kreativitas Berbasis Digital

advertorial - detikNews
IKF VI Dukung Inovasi dan Kreativitas Berbasis Digital (Ki-Ka) Senior Executive Vice President Information Technology BCA Hermawan Thendean, Pengamat Ekonomi Faisal Basri, Direktur BCA Henry Koenaifi, dan Senior Vice President Learning & Development BCA Gerardus Alrianto berdiskusi materi IKF VI (Foto: BCA).
Jakarta -

Era digitalisasi sudah melekat ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat modern. Beragam kalangan tanpa memandang usia maupun jenis kelamin telah familier dengan kecanggihan teknologi, melalui aplikasi, fitur, maupun layanan sehari-hari yang kian memudahkan pekerjaan dan mengefisienkan waktu. Para pelaku usaha maupun regulator turut menentukan keberhasilan penerapan teknologi muktahir tersebut, termasuk industri perbankan.

Dalam forum Kafe BCA VII yang diadakan di Breakout Area Menara PT Bank Central Asia (BCA), Direktur BCA Henry Koenaifi mengungkapkan inovasi dan kreativitas merupakan tulang punggung dalam mendirikan usaha berbasis digital. Setiap orang bisa saja menjadi pelaku usaha rintisan berbasis digital, dengan mengandalkan kemudahan dan kemutakhiran perkembangan teknologi saat ini. Namun, tidak semua memiliki ide bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan memberikan keuntungan ekonomis untuk kesinambungan usaha.

Hadir pula dalam acara tersebut pengamat ekonomi Faisal Basri, Country Head & Director Ninja Xpress Indra Wiralaksmana, Founder & CEO DailySocial.id Rama Mamuaya, dan Senior Executive Vice President of Strategic Information Technology BCA Hermawan Thendean.

Henry menambahkan, dari sisi perbankan, BCA juga senantiasa melakukan berbagai inovasi dalam solusi dan layanan perbankan berbasis digital yang memberikan kemudahan pelayanan dan transaksi kepada nasabah. Hal ini dilakukan semata-mata karena prioritas BCA adalah memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, sesuai dengan perkembangan saat ini.

"Era makin berubah ke arah digital, dan BCA siap menjemput perubahan ini dengan mengeluarkan berbagai produk layanan berbasis teknologi yang memungkinkan nasabah menggunakannya secara aman dan nyaman," kata dia.

Pesatnya pertumbuhan pelaku financial technology (fintech) atau pun e-commerce telah memunculkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi dan transaksi keuangan perbankan. Sebagai contoh dalam praktiknya, pelaku fintech ataupun e-commerce membutuhkan konektivitas sistem yang solid dengan dunia perbankan agar transaksi pembayaran pengguna aplikasi atau situs mereka dapat berjalan dengan lancar.

Menyongsong penyelenggaraan IKF VI, BCA mengadakan Talkshow Kafe BCA yang membahas perkembangan ekonomi digital di Indonesia dengan menghadirkan sejumlah narasumber mumpuni (Foto: BCA)Menyongsong penyelenggaraan IKF VI, BCA mengadakan Talkshow Kafe BCA yang membahas perkembangan ekonomi digital di Indonesia dengan menghadirkan sejumlah narasumber mumpuni (Foto: BCA)

Untuk startup, berlandaskan catatan Center for Human Genetic Research (CHGR) pada 2016, Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah startup tertinggi di Asia Tenggara, yakni 2.000-an. Pada 2020, diperkirakan startup tumbuh mencapai 13.000.

Bank Indonesia menegaskan selama 2016 para pengguna jasa perdagangan daring atau e-commerce tersebut telah membelanjakan US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 75 triliun. Jika dibagi per individu pengguna e-commerce di Indonesia rata-rata membelanjakan Rp 3 juta per tahun.

"Beberapa fakta-fakta tersebut yang mendorong BCA mengangkat tema Elevating Creativity and Innovation Through Digital Collaboration dalam pelaksanaan Indonesia Knowledge Forum (IKF) VI," ujar Henry.

"Dalam pelaksanaan pesta akbar pengetahuan yang diharapkan menjadi One Stop Knowledge Solution ini, BCA akan menghadirkan serangkaian expo dan exhibition yang diikuti oleh exhibitor berupa startup dan penyedia pengetahuan teknologi terpilih. Tujuannya memberikan inspirasi dan pengetahuan untuk memajukan dunia usaha Indonesia," sambungnya.

IKF VI yang akan diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2017 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta akan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara* sebagai keynote speaker. Selama dua hari, sebanyak 23 pembicara yang kompeten di bidangnya, baik dari dalam maupun luar negeri, akan turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta inspirasi dalam mengembangkan dunia bisnis berbasis digital.

Pembicara itu di antaranya pengamat ekonomi Faisal Basri, CEO PT McKinsey Indonesia Philia Wibowo*, celebrity investor Ashraf Sinclair, Founder and Managing of Kejora Group Sebastian Togelang, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan* yang akan memberikan inspiring closing speech pada akhir penyelenggaraan kegiatan.


(adv/adv)
bca
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed