Cut Carbo, Cara Hidup Sehat Cegah Obesitas & Diabetes

Cut Carbo, Cara Hidup Sehat Cegah Obesitas & Diabetes

adv - detikNews
Jumat, 31 Mar 2017 00:00 WIB
Cut Carbo, Cara Hidup Sehat Cegah Obesitas & Diabetes
Jakarta - Jumlah penderita obesitas di seluruh dunia terus meningkat. Di negara berkembang, angkanya melonjak dari 8% menjadi 15%. Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan adanya peningkatan angka obesitas dari 19,1% pada 2007 menjadi 28,9% pada 2013.

Kombinasi kurang gerak dengan pola makan tidak sehat memicu peningkatan kasus obesitas. "Fenomena mager (malas gerak), memicu gaya hidup sendentary. Ditambah makanan yang high sugar dan high salt, maka risiko obesitas meningkat," kata peneliti kebugaran dr. Indrarti Soekotjo, SpKO.

Bukan hanya risiko obesitas saja yang mengancam akibat makanan tinggi gula dan malas gerak, melainkan juga ancaman diabetes. Prof. Dr. dr. I Made Djaja, SKM, M.Sc dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia melihat pemicu diabetes adalah gula dalam darah yang terlalu tinggi yang umumnya berasal dari makanan yang tinggi karbohidrat.

"Dulu kita mengenal diabetes itu adalah penyakit keturunan, namun seseorang yang tidak mempunyai keturunan diabetes pun dapat terserang juga, salah satunya dikarenakan mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak. Gula dari karbohidrat yang berlebihan secara terus menerus bisa menyebabkan tubuh mengalami resistensi insulin sehingga tubuh tidak bisa mengubah karbohidrat menjadi energi dan glikogen, gula dalam darah akan menumpuk dan menyebabkan diabetes," jelasnya.

Meskipun demikian, mayoritas orang Indonesia masih kesulitan mengubah gaya hidup mereka untuk mengurangi karbohidrat. Apalagi nasi merupakan makanan pokok orang Indonesia. Ditambah lagi kegemaran mengonsumsi gorengan, teh manis dan lainnya yang juga tinggi karbohidrat dan lemak.

Padahal, salah satu solusi untuk mengatasi obesitas dan diabetes adalah lebih banyak bergerak serta mengurangi karbohidrat. Studi dari University of Ireland menyebutkan orang dewasa yang mengurangi asupan karbohidrat atau cut carbo, cenderung memiliki tubuh ramping dan kondisi tubuh lebih sehat. Tekanan darah serta kadar gula darahnya juga lebih rendah sehingga lebih terlindungi dari risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.

Tapi diet rendah karbohidrat bukan berarti memangkas habis asupan karbohidrat yang Anda butuhkan. Sebab karbohidrat sangat dibutuhkan oleh tubuh. Menurut penelitian ini, para peneliti menyarankan kepada partisipan untuk mengurangi asupan karbohidrat sebanyak 40 gram atau setengah porsi dari jumlah yang biasa dimakan.

Bagi Anda yang merasakan kesulitan mengurangi jumlah karbohidrat, kini ada cara mudah untuk mengurangi karbohidrat tanpa khawatir kelaparan. Jaga makan ala cut carbo dengan SOYJOY 2 jam sebelum makan. Cukup konsumsi snack dari kedelai ini 2 jam sebelum makan.

SOYJOY adalah makanan sehat yang terbuat dari kedelai yang serat dan protein. Dicerna perlahan oleh tubuh sehingga membuat kenyang lebih lama. Membuat cut carbo jadi tidak menyiksa. (adv/adv)

Berita Terkait