Apa Pentingnya Berinovasi?

Advertorial - detikNews
Jumat, 13 Nov 2015 11:47 WIB
Foto: advertorial
Jakarta -

Inovasi atau mati terlindas zaman. Memasuki era yang semakin modern dan dinamis, kalimat ini sepertinya tidak asing lagi di telinga. Kedengarannya memang kejam, tetapi ada benarnya juga. Dunia dengan cepat berubah. Sebagai dampaknya, tantangan dan masalah yang di hadapi oleh penduduk di berbagai belahan dunia juga semakin rumit.

Contoh paling nyata, terjadi di Indonesia tempat kita sehari-hari tinggal dan beraktivitas. Tengok saja di lingkungan sekitar. Masalah dan tantangan yang dihadapi semakin banyak dan kompleks. Mulai dari soal lingkungan, kesehatan, ketersediaan ruang tinggal, pangan hingga masalah-masalah yang sederhana. Solusi yang dulunya jitu menjadi usang dan tidak lagi dapat mengatasi tantangan tersebut.

Karena itulah diperlukan kontribusi generasi muda untuk menciptakan solusi-solusi baru yang lebih segar. Jalan satu-satunya adalah berinovasi. Inovasi sendiri dapat diartikan sebagai proses mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi lebih bernilai dan bermanfaat. Generasi muda yang punya karakteristik kreatif, ekspresif dan selalu memiliki ide-ide segar lah yang harus jadi gudang inovasi.

Berinovasi memang tidak mudah tetapi dapat dilakukan. Tidak sedikit anak bangsa yang hasil inovasinya sudah bermanfaat bagi masyarakat luas. Padahal ide awalnya sangat sederhana dan hanya di dasari pada kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Misalnya saja teknik persemaian bibit inovatif dengan kantung hijau karya inovator Black Inovation Award 2012, DriyaSuwindratiSusanto, S.Hut.

Kantung hijau terbuat dari bahan yang kuat namun mudah lapuk. Dengan demikian akar tanaman dapat dengan mudah menembus dan masuk ke tanah. Menggunakan kantung hijau, tidak perlu lagi menggali tanah sebelum menanam.

Selain itu ada juga ecobata karya Rina Nurhayati. Terisnpirasi dari mainan Lego, Rina membuat batubata berbahan ramah lingkungan yang dapat disusun layaknya Lego. Terdapat lubang dan tonjolan yang membuat ecobata dapat saling mengunci satu sama lain. Penggunaan pasir dan semen jadi lebih minim. Hal ini punya dampak luas bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan sosial. Seperti kita ketahui penggalian pasir besar-besaran akan merusak lingkungan.

Sikap inovatif ini tidak hanya berguna bagi masyarakat luas tetapi juga perkembangan diri sendiri. Dengan terus menantang diri untuk berpikir kreatif dan menghasilkan sesuatu yang bernilai, jiwa kepemimpinan akan muncul. Tidak ada lagi istilah bertahan di zona nyaman. Karakteristik ini akan menghantarkan anak muda Indonesia pada kesuksesan. Terutama bagi mereka yang ingin berwirausaha.

Sudah 'gatal' ingin menuangkan ide-ide kreatif dan inovatif? Tenang, saat ini wadah berkreasi dan berinovasi untuk anak muda Indonesia yaitu Black Innovation Award kembali lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Black Innovation Award 2015 akan mencari inovator-inovator muda berbakat yang hasil karyanya dapat bermanfaat sebagai solusi masalah yang dihadapi masyarakat.

Pendaftaran Black Innovation Award 2015 dibuka pada 2 Oktober 2015 lalu dan akan berakhir 30 November 2015. Masih ada banyak waktu untuk mendaftarkan hasil karya inovatif Anda. Black Innovation Award akan memilih 50 inovasi terbaik untuk dipamerkan pada situs http://blackinnovation.blackxperience.com. Kemudian dari 50 inovator akan disaring lagi menjadi 20 inovator untuk mengikuti final pada 18 Januari 2016.

Pada babak final tersebut akan dipilih tiga pemenang utama yang akan berhak menerima hadiah Rp 20 juta. Segera daftarkan inovasi terbaik Anda untuk mengikuti Black Innovation Award 2015. Cek syarat dan ketentuan pendaftaran di sini.



(adv/adv)