DetikNews
Jumat 05 Desember 2014, 00:00 WIB

Jacob Sudyono, Sukses Kembangkan Ritel Modern Bahan Bangunan dengan Modal Tekad

- detikNews
Jacob Sudyono, Sukses Kembangkan Ritel Modern Bahan Bangunan dengan Modal Tekad
Jakarta -

Barang siapa memiliki tekad kuat, tekun dan mau berjuang pasti akan menuai hasil yang memuaskan juga. Hal tersebut dibuktikan oleh Jacob Sudyono, pria asal Pontianak, Kalimantan Barat yang sukses merintis supermarket bahan bangunan bernama Pratama di Jalan Raya Lemahabang, Cikarang.

Tidak terlahir dari keluarga berada dan tidak mengenyam pendidikan tinggi bukan penghalang baginya untuk menjadi sukses. Pria yang sebenarnya bercita-cita menjadi pegawai bank ini, mengandalkan keuletan untuk meraih kesuksesan yang sama dengan teman-teman sebayanya yang lebih beruntung.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar ia mulai melakoni berbagai pekerjaan tanpa rasa gengsi. Mulai dari berjualan es sampai menjadi buruh penyusun kayu di toko bahan bangunan. Hingga ia memutuskan merantau dari kampung halamannya dan nekad mengadu nasib di Jakarta meski tidak sempat menamatkan jenjang pendidikan SMU-nya.

Merantau dari kampung halamannya pada tahun 1987, ia tidak serta merta jadi pengusaha. Ayah 3 anak ini sempat menjalani berbagai profesi seperti menjadi tenaga pemasaran sebuah perusahaan supplier kayu hingga menjadi karyawan di sebuah toko bahan bangunan. “Datang ke Jakarta ini modal nekad dan tekad saja. Tapi sampai di Jakarta pun tidak semudah yang saya bayangkan. Sempat seperti mengemis-ngemis, jaket butut, menawarkan kayu. Pusing lagi cari sewa mobil untuk angkut. Selama dua tahun terpaksa tidur di kantor. Ada rasa mau pulang lagi tapi saya bertahan,” kisahnya.

Setelah cukup pengalaman, barulah ia memutuskan membuka sebuah toko bahan bangunan kecil yang menjadi cikal-bakal supermarket bahan bangunan Pratama di Jl Raya Lemahabang, Cikarang. Toko pertamanya tentu saja jauh dari kesan megah. Pegawainya pun hanya dua orang saja. Ketika harus mengantar bahan bangunan ke rumah pembeli, toko terpaksa harus tutup karena tidak ada pegawai yang tersisa untuk menjaga toko.

Usaha pertamanya ini tidaklah mulus. Kekurangan modal usaha menjadi kendala utama yang membuat toko bahan bangunannya tidak berkembang. Sempat terpikir olehnya untuk menutup usaha dan merantau ke Jepang meninggalkan Nelly, istrinya dan anak-anaknya yang masih kecil demi mencari rezeki.

“Coba bayangkan saat itu saya tidak ada modal usaha tapi setiap kali barang datang saya harus bayar kontan. Modal hanya cukup untuk bayar sewa. Saat itu saya sudah siap-siap meninggalkan anak istri. Tapi Tuhan berkata lain,” ujar pria pehobi olah raga basket ini.

Peluang di Masa Krisis, Bangun Super Market Bahan Bangunan

Mobil operasional yang biasa digunakan untuk mengantar bahan bangunan pun lantas dilego. Karena ditawar dengan harga yang cukup lumayan, akhirnya Jacob mendapatkan sedikit tambahan dana untuk modal. Saat itu juga sekitar tahun 1997-1998 di Indonesia terjadi kerusuhan. Banyak bangunan terbakar sehingga banyak butuh bahan bangunan buat memperbaikinya. Ada kesempatan bagi Jacob untuk menjual bahan bangunan.

Dibantu beberapa teman dan kerabat istrinya, Jacob mulai berhasil mengembangkan toko bangunannya yang masih dikelola secara tradisional tersebut. Ia mulai dapat melengkapi stok bahan bangunan di tokonya dan menarik sejumlah konsumen setia dengan menawarkan kualitas terbaik serta harga terjangkau.

Kemudian pada tahun 2009 ia melihat peluang lain di ranah usaha bahan bangunan ini. Era yang semakin modern membuat konsumen semakin mandiri dan teliti untuk membeli barang-barang kebutuhannya. Termasuk kebutuhan akan bahan bangunan. Banyak konsumen lebih memilih berbelanja sendiri agar dapat meneliti kualitas dan harga bahan bangunan yang akan digunakannya.

Peluang ini dibidik dengan sempurna oleh Jacob Sudyono, pengusaha bahan bangunan yang sukses merintis supermarket bahan bangunan Pratama. Bermodal tekad yang sama saat merantau dari kampung halaman, Jacob kemudian mereformasi toko bahan bangunan tradisional yang sudah menjadi miliknya menjadi sebuah supermarket yang nyaman, lengkap dan bersistem modern. Ia yakin prospek usaha supermarket bahan bangunan akan terus menanjak di masa mendatang.

“Saya melihat bahwa konsep modern market ini lebih condong dipilih masyarakat. Sebagai contoh saja, warung saat ini sudah tidak banyak dipilih. Konsumen lebih suka ke minimarket ke supermarket. Karena itu saya melihat peluang dan berusaha buka toko bangunan modern seperti ini,” ujar Jacob.

Jacob mungkin bukanlah pengusaha bahan bangunan pertama di Cikarang. Tetapi ia menjadi pengusaha pertama yang mau maju dan berkembang meningkatkan daya saing usaha.Impian tersebut juga terwujud karena ia menggandeng PT. Bank Central Asia, Tbk (BCA) sebagai mitra sejak awal merintis usaha. Dengan bantuan modal kerja dari BCA ia memperluas toko dan merombaknya menjadi one stop solution untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan.

Instingnya tepat. Supermarket bahan bangunan Pratama yang dimulai pada tahun 2009 kini menjadi pilihan banyak konsumen. Mereka tidak hanya datang dari kawasan Cikarang saja tetapi juga dari wilayah lain seperti Bandung, Cianjur, Tanjung Priok hingga Kelapa Gading.

“Kuncinya tetap sama dengan prinsip bisnis saya dari awal. Kita berkomitmen jaga kepercayaan orang baik supplier maupun konsumen. Jangan telat bayar ke supplier. Untuk konsumen kita jaga harga tetap murah, terjangkau meski tokonya sekarang sudah bagus dan modern. Kita juga terus menjaga kualitas bahan-bahan bangunan yang kita tawarkan dan memberi pelayanan terbaik buat konsumen,” ujarnya.

Untuk alasan kenyamanan pelanggan juga ia bekerjasama dengan BCA menyediakan pembayaran dengan mesin EDC di setiap kasirnya. Pembayaran bahan bangunan yang biasanya dalam nominal besar dapat dilakukan dengan mudah menggunakan kartu debit atau kartu kredit BCA. Selain itu ia menyediakan fasilitas ATM di tokonya. “BCA sudah banyak membantu saya dari awal merintis usaha sampai sekarang. BCA ini terpercaya dan selain itu personil di dalamnya pun baik. Kita nggak perlu lama antri. Kepala cabangnya sangat komunikatif ke kita dan mau merangkul kita,” ujar nasabah BCA KCU Cikarang yang juga memanfaatkan fasilitas KlikBCA Bisnis untuk kepentingan usahanya.

Jacob tidak berhenti sampai di sini. Dibantu oleh kedua putranya yang sudah siap menjadi penerus usaha, ia bertekad meluaskan usaha dengan membuka cabang di beberapa lokasi.

BCA Senantiasa di Sisi Anda


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed