Dalam sambutan pembukaan seminar tersebut, Wakil Ketua DPR RI/Korpolkam Priyo Budi Santoso menggarisbawahi pentingnya perempuan membekali diri untuk dapat berkarya dan bekerja di berbagai bidang, termasuk bidang politik. Dalam konteks politik Indonesia, peran perempuan juga sedang berkembang secara signifikan. "Banyaknya perempuan yang bekerja di bidang politik saat ini telah menunjukkan peran perempuan yang lebih luas dalam membangun demokrasi di Indonesia. Perempuan tidak hanya dapat membangun kesadaran berdemokrasi dari lingkup keluarga, tapi juga menjadi bagian dari lembaga politik dan pemerintahan." ujar politisi yang pernah menjadi dosen FISIP Universitas Nasional ini.
Selanjutnya, Priyo Budi Santoso mencatat bahwa sejak bergulirnya era reformasi yang dimulai pada tahun 1998, peran lebih besar perempuan dalam proses pengambilan kebijakan adalah sebuah keniscayaan. Kenyataan ini terindikasi dengan adanya trend positif peningkatan partisipasi politik kaum hawa tersebut di dalam kancah perpolitikan nasional. "Pada Pemilu tahun 1999 hanya terdapat 9% dari 462 anggota DPR RI yang merupakan anggota perempuan, namun pada Pemilu 2004 meningkat menjadi 11%. Peningkatan tersebut salah satunya didorong oleh lahirnya 2 UU di bidang politik, yaitu UU 31 tahun 2002 tentang Parpol dan UU No.12 tahun 2003 tentang Pemilu. Bahkan pada pemilu 2009 lalu angka prosentasenya telah mencapai 17% dari seluruh keanggotaan DPR RI yang berjumlah 560 orang." ungkap Ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik Partai Golkar ini.  Â
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(adv/adv)











































