Pernah Dipuji WHO, Malaysia Sekarang Kembali Lockdown Sampai Awal Agustus

ABC Australia - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 10:15 WIB
Jakarta -

Seiring dengan kasus COVID-19 yang terus meningkat, Pemerintah Malaysia mengumumkan pembatasan pergerakan warganya sejak awal pekan lalu dan perjalanan antar negara bagian telah dilarang.

Malaysia Terapkan Lockdown

  • Malaysia menerapkan keadaan darurat nasional sampai 1 Agustus
  • Sebelumnya WHO memuji Malaysia yang dianggap efektif menangani pandemi
  • Namun sejak pemilihan di Sabah angka kasus positif terus meningkat

Yang Dipertuan Agung Malaysia Al-Sultan Abdullah menetapkan keadaan darurat yang diusulkan oleh Perdana Menteri Muhyidin Yassin,

Ini adalah keadaan darurat yang diberlakukan di Malaysia pertama kalinya sejak negeri itu merdeka.

Dengan keadaan darurat sampai setidaknya 1 Agustus tersebut, parlemen telah dibubarkan dan kabinet akan mendapatkan kekuasaan khusus.

"Pemerintah memprioritaskan masalah kesehatan dibandingkan demokrasi, karena dengan pemberlakuan keadaan darurat, parlemen tidak perlu bersidang, sehingga panggung bagi demokrasi tidak ada," kata Tengku Nur Qistina, peneliti senior dari Institute of Strategic and International Studies kepada ABC.

"Dukungan bagi kepemimpinan Perdana Menteri Muhyidin dipertanyakan."

Menurut keterangan PM Muhyidin, sistem layanan kesehatan sekarang ini kewalahan menghadapi COVID-19, sehingga perlu adanya 'lockdown' lagi selama dua minggu dan perbatasan perjalanan antar negara bagian.

"Situasi sekarang ini sangat mengkhawatirkan. Sistem layanan kesehatan kita menghadapi tekanan berat, lebih berat dari masa lalu sejak dimulainya pandemi," kata PM Muhyidin.

"Seperti saya katakan sebelumya situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya memerlukan tindakan yang juga belum pernah dilakukan sebelumnya."

Padahal beberapa bulan lalu situasinya di Malaysia sangat berbeda dari sekarang.

Di awal Oktober, Malaysia hanya memiliki total 13 ribu kasus, sekitar separuh dari total kasus di Australia.

Ketika itu, Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Malaysia, Ying-Ru Jacqueline Lo mengatakan jika Malaysia adalah negara yang 'bersatu menghadapi pandemi'.

A young woman poses for a photo

Atiqah Farhanah mengatakan kehidupan hampir seperti normal sebelum adanya pembatasan nasional yang diberlakukan minggu ini. (World Health Organization: Yasha Bin Yaakub)

Surat terbuka itu menyerukan pemerintah untuk meningkatkan pengetesan, melindungi sistem layanan kesehatan dengan memaksa warga melakukan isolasi di rumah dan mempercepat persetujuan penggunaan vaksin.

Malaysia sudah memesan 25 juta dosis vaksin Pfizer dan juga sudah mencapai persetujuan pembelian vaksin AstraZeneca.

PM Muhyiddin mengatakan fase pertama vaksinasi COVID-19 akan dilakukan awal Februari dengan target 40 persen warga akan mendapat vaksin.

Surat terbuka itu juga mendesak pemerintah Malaysia untuk secara serius memberikan prioritas bagi kelompok beresiko tinggi, termasuk pekerja migran dan pengungsi yang disebutkan sebagai pusat penyebaran pandemi COVID-19 yang tidak tampak.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dan lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Simak video 'Malaysia Darurat Corona, Tes Pramusim MotoGP 2021 di Sepang Batal':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)