Alasan Kenapa Butik Hermes Akan Buka Peternakan Buaya Terbesar di Australia

ABC Australia - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 17:02 WIB
Jakarta -

Sebuah rumah mode asal Paris telah bekerjasama dengan pria Australia yang sudah berpengalaman di bidangnya bernama Mick Burns untuk membeli lahan bekas pertanian holtikultura dekat Darwin.

Mereka berencana untuk membangun peternakan buaya terbesar di Australia.

Perusahaan 'PRI Farming' yang dikendalikan oleh label Paris ternama yaitu Hermès sudah membeli lahan 'The Sweet Life' yang dulunya lahan pertanian melon dan pisang di kawasan Lambels Lagoon dengan harga A$7,25 juta.

Mick Burns yang adalah veteran dari industri peternakan buaya di Australia Utara (NT) merupakan pemimpin perusahaan 'PRI Farming'.

Ia memimpin perusahaan tersebut bersama tiga orang berkewarganegaraan Prancis yang juga adalah direktur Hermès.

Perusahaan tersebut berencana untuk membangun sebuah fasilitas yang dapat menampung 50.000 ekor buaya air asin, yang kulit dan dagingnya akan diperjualbelikan, dengan biaya mencapai A$40 juta.

Peternakan buaya terbesar di Australia

Jika menghasilkan keuntungan besar, usaha Mick akan menambah jumlah buaya yang diternak di Australia Utara hingga 50 persen.

Di dalam peternakan tersebut, akan ada laboratorium inkubator dan tempat penetasan telur, kandang pemeliharaan, area terbuka pertanian, serta area pengolahan dan penyimpanan makanan, berdasarkan dokumen yang dikumpulkan Mick kepada Agen Perlindungan Lingkungan NT.

Infrastruktur pendukung seperti bengkel, pertanian tenaga matahari, rumah akomodasi dan area penyimpanan bahan bakar juga ada dalam proposal tersebut.

Sekitar 30 orang akan dipekerjakan di peternakan tersebut dalam masa produksi penuh, sehingga akan menghasilkan 50.000 ekor buaya di tahun kelima dari sebelumnya 4.000 ekor di tahun kedua.

an aerial photo of some paddocks on a farm with scrub in the background.

Peternakan 'The Sweet Life' di Lambells Lagoon sebelumnya merupakan perkebunan melon dan pisang. (ABC Capricornia: Megan Hendry)

Alasan mengapa buaya air asin Australia

Geoff mengatakan bahwa Hermès dan Louis Vuitton suka menggunakan buaya air asin Australia karena mereka memiliki "lebih banyak sisik per bagian perutnya".

"NT sejak lama sudah menjadi tempat peternakan buaya karena faktor iklim, di sana lebih hangat," katanya.

"[Di NT], peternakan telur sudah mapan ... dan jumlah telur yang dapat dihapus di bawah perizinan semakin bertambah, sehingga ada kepastian dalam konsistensi persediaan telur, yang tidak dapat terjadi di Queensland atau Australia Barat."

Selain itu, menurutnya, di NT terdapat budaya menerima buaya sebagai bagian dari alam.

Di periode 2018/2019, lebih dari 24.600 kulit buaya diekspor dari NT, dengan industri yang menyumbang A$26,7 juta bagi perekonomian NT, menurut data dari Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR) Australia.

Mick Burns menolak permintaan ABC untuk memberikan komentar.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini.

Ikuti berita seputar pandemi Australia di ABC Indonesia.

(ita/ita)