Foto dari Abad 19 Buktikan Kuatnya Hubungan Orang Makassar dengan Aborigin

ABC Australia - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 16:30 WIB
Jakarta -

Sebuah foto dari tahun 1873 yang kini tersimpan di salah satu museum di Kota Roma, Italia, menjadi bukti adanya hubungan kuat antara Makassar dengan Australia Utara.

*Peringatan artikel ini memuat foto-foto orang Aborigin yang telah meninggal dunia*

Foto ini membuktikan jika orang Aborigin, penduduk asli benua Australia telah bepergian keluar Australia sebelum kedatangan orang Eropa terus berlangsung.

Foto yang menunjukkan beberapa pria Aborigin, termasuk anak-anak diambil oleh pengelana asal Italia Odoardo Beccari, yang berada di Makassar yang saat itu merupakan salah satu kota pelabuhan perdagangan internasional.

Salah satu komoditas yang diperdagangkan adalah teripang, yang banyak ditemukan di daerah Arnhem Land di wilayah pesisir utara Australia.

"Teripang di tahun 1800-an merupakan komoditas yang sangat tinggi nilainya," ujar Profesor Lynette Russell dari Laureate Global Encounters Monash Indegenous Studies Centre.

cobourg-giglioli-4191copia.jpg

Foto orang Marege yang tinggal di Kota Makassar pada tahun 1873, diabadikan oleh pengelana asal Italia Odoardo Beccari. (Istimewa: Art Gallery of South Australia)

Menurut laporan ABC News sebelumnya, kontak dan perdagangan orang Makassar dengan Arnhem Land sudah terjadi sebelum kedatangan orang Inggris.

Hal itu disampaikan oleh Gathapura Mununggurr, seorang pemuka masyarakat di Yirrkala, Arnhem Land.

"Sejarah tersebut, dan perdagangan dengan orang Yolngu serta sejarah kehidupan pada masa itu masih ada di sana sampai sekarang," kata Gathapura.

"Orang mengungkapkannya dalam tarian dan nyanyian. Orang Yolngu saat ini sangat perlu mengingat hal ini, bahwa mereka [orang Makassar] datang dan merekalah kontak pertama orang Yolngu dengan orang luar," katanya.

Dalam webinar kemarin, Siena Stubbs dari galeri Buku Larrnggay Mulka Centre di Yirrkala menjelaskan peninggalan pelaut-pelaut Makassar yang tersimpan di sana.

Siena Stubbs.jpg
Siena Stubbs, remaja asal Yolngu, menjelaskan tentang serpihan gerabah peninggalan pelaut Makassar yang kini tersimpan di galeri Buku Larrnggay Mulka Centre di Yirkala, Australia Utara.

"Kakek dari kakek saya adalah orang Makassar," ujar Siena, yang memandu tur virtual di galeri tersebut.

Serpihan-serpihan gerabah, kata Siena, masih banyak ditemukan di sana-sini di wilayah pesisir di daerah itu.

"Namun ini hanya salah satu potongan sejarah dan kami masih terus melanjutkan serajah ini sekarang," kata Siena yang pernah menerbitkan buku tentang burung-burung di Yirrkala.

Sebagai upaya melanjutkan kembali hubungan orang Yolngu dan orang Makassar, pada tahun 2016 galeri uku Larrnggay Mulka Centre di Yirrkala menjalin kerjasama dengan rumah budaya Rumata di Makassar.

"Kami menerima kiriman pot dan gerabah dari Makassar di tahun 2016 dan ibu saya telah melukis beberapa motif seperti daun pohon asam," kata Siena, merujuk kepada salah satu tanaman yang dibawa pelaut Makassar ke Australia di era perdagangan teripang.

Menurut Profesor Lynette, pelaut-pelaut Makassar juga telah memperkenalkan berbagai benda kepada orang Aborigin, termasuk tembakau, arak, kain, beras, pisau, dan gerabah.

Bahkan sampai saat ini, ratusan kosakata Bahasa Makassar dan Melayu, yang merupakan lingua franca pada saat itu, terus dipergunakan dalam kosakata bahasa Yolngu misalnya Balanda (yang berarti kulit putih) dan rupiah (yang berarti ruang).

Artikel ini diproduksi untuk perayaan NAIDOC Week, yang selama sepekan merayakan sejarah, budaya, dan prestasi warga Aborigin and Torres Strait Islander.

Anda bisa mengikuti perayaan NAIDOC Week dari ABC di sini.

(ita/ita)