Pria Australia Lari Keliling Bali Untuk Membantu Warga Bali yang Kesulitan

ABC Australia - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 09:20 WIB
Jakarta -

Seharusnya Jamin Heppell, seorang warga Australia, bisa saja melewati hari-harinya dengan mudah saat tertahan di Bali akibat pandemi COVID-19. Tapi ia memilih berlari melintasi Pulau Dewata dari utara ke selatan.

Pria asal Leongatha, kota kecil sebelah tenggara Melbourne, menempuh rute dari Singaraja ke Denpasar sejauh 90 kilometer, dengan berhenti setiap 5 kilometer.

Jamin tiba di Bali ketika di Australia warga sedang panik memborong tisu toilet saat memasuki 'lockdown' pertama bulan Maret lalu.

Ia bermaksud menemani kekasihnya yang berkebangsaan Jerman untuk sama-sama menunggu berlalunya pandemi di pulau wisata itu.

Dampak pandemi tampak jelas di Bali dan Jamin menyaksikannya sendiri bagaimana warga setempat kesulitan setelah para turis pergi dan sampai kini belum kembali.

Pariwisata merupakan sektor yang mempekerjakan sekitar 10 persen lapangan kerja di Indonesia, yang mencakup sekitar 12 juta pekerja.

Menyadari hal itu, Jamin pun tergerak untuk berbuat sesuatu.

"Belum terjadi kekurangan makanan tapi ada masalah dengan distribusinya," katanya kepada ABC.

A map of Bali with Jamin's course plotted out.

Jamin Heppell menempuh rute dari pantai utara ke selatan pulau Bali dengan jeda pada setiap 5 km. (Koleksi pribadi)

Tinggalkan kampung, perluas wawasan

Jamin Heppell dibesarkan di Leongatha, sebuah kota di negara bagian Victoria yang terletak di wilayah pesisir timur, sekitar 135 km dari kota Melbourne.

Keluarga Heppell memang terkenal di sana dengan kemampuan atletik mereka. Adik Jamin yang bernama Dyson, kini tercatat sebagai kapten Essendon Football Club, salah satu klub footy, sepakbola khas Australia.

"Saya hanya seorang pemuda kampung, suka footy [sepakbola gaya Australia], suka basket, dan mungkin satu dari sedikit orang yang menyukai sekolah," ujarnya.

Selain olahraga, Jamin mengaku juga menyukai kepemimpinan.

Ia punya pesan sederhana untuk anak-anak muda di kampungnya.

"Setelah pergi ke luar negeri saya menemukan betapa luas serta kayanya dunia ini dengan keanekaragaman budaya," katanya.

Ia menyarankan agar anak-anak muda berani menjelajahi segala hal secara penuh.

"Tinggalkan lingkungan tempatmu tumbuh, perluas wawasan, lalu bawa kembali pelajaran berharga ke kampung halamanmu sebagai inspirasi bagi generasi muda lainnya," ujar Jamin.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

(ita/ita)