Perkembangan Virus Corona di Australia: Murid Sekolah di Victoria Masuk Lagi

ABC Australia - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 07:31 WIB
Victoria -

Di negara bagian Victoria, Australia, seluruh murid sekolah dasar sampai menengah untuk pertama kalinya kembali belajar di sekolah, hari Selasa (9/06) setelah tiga bulan sekolah di rumah.

Tidak Ada Kasus di Victoria

  • Warga yang hadiri unjuk rasa Black Lives Matter dianjurkan dites COVID-19 bila alami gejala
  • Murid Kelas 3 sampai Kelas 10 di Victoria untuk pertama kalinya masuk kelas lagi
  • Warga hadiri pertandingan AFL di Adelaide, namun polisi tak izinkan protes Black Lives Matter lagi

Dalam 24 jam terakhir dilaporkan tidak adanya kasus COVID-19 baru di negara bagian Victoria dengan ibukota Melbourne.

Namun Pemerintah Victoria mengatakan wabah corona masih jauh dari selesai dan mereka menunggu sampai dua minggu ke depan untuk melihat jika kasus baru setelah ribuan orang berkumpul mengadakan unjuk rasa Black Lives Matter hari Sabtu.

Kepala Negara Bagian Victoria, Premier Daniel Andrews mengatakan tidak adanya kasus "merupakan hal yang bagus, sebagai hal yang menunjukkan mulai adanya stabilitas".

Black Lives Matter protesters gather at Flinders Street Station in Melbourne

Peserta unjuk rasa Black Lives Matter berkumpul di Flinders Street Station (Melbourne ) hari Sabtu. (ABC Indonesia)

Ikuti laporan terkini terkait virus corona dari Australia dalam Bahasa Indonesia.

Namun dia memperingatkan bahwa situasi "masih bisa berubah dengan cepat".

"Kita belum lagi berada di titik akhir," kata Premier Andrew.

Beberapa kasus COVID-19 di Victoria sedang dalam penelitian dan sejak wabah dimulai bulan Maret lalu, sudah lebih dari 548 ribu orang menjalani tes.

Kepala Bidang Medis Victoria, Profesor Brett Sutton mengatakan tidak adanya kasus selama 24 jam terakhir merupakan hal yang "melegakan:, namun juga mengatakan pandemi ini masih jauh dari berakhir.

"Sekarang bukan waktunya untuk lengah. Kita harus tetap waspada," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Sekarang kita bisa menerima tamu sampai 20 orang di rumah atau di tempat umum. Restoran, cafe, pub bisa menjamu 20 orang, dan bisnis seperti salon kecantikan bisa menerima pelanggan lagi."

"Kita bisa saja tergoda untuk keluar atau menerima tamu atau pergi ke cafe, namun penting sekali menggunakan akal sehat. Dalam semua aktivitas anda, hati-hati dan jaga keselamatan diri. Kalau tidak perlu, tidak usah melakukannya."

Professor Sutton mengatakan "penting sekali" bagi siapa yang menghadiri aksi unjuk rasa Black Lives Matter di Melbourne CBD hari Sabtu lalu dan sekarang memiliki gejala, seberapa pun ringannya, untuk melakukan tes corona.

Premier Andrews mengatakan seharusnya unjuk rasa itu tidak dilakukan.

"Tetapi kami tidak bisa menghentikan orang, kami tidak bisa menahan 10 ribu orang, itu tidak mungkin dilakukan," katanya.

"Tetapi aturan itu dibuat dengan alasan, aturan untuk semua warga Victoria, virus ini bisa membunuh mereka yang sehat sekalipun, dan kita belum lagi keluar dari wabah ini."

Tidak boleh protes lagi di Adelaide

Sementara itu di Adelaide, ibukota negara bagian Australia Selatan, polisi mengatakan tidak akan lagi memberikan dispensasi khusus bagi unjuk rasa Black Lives Matter yang kedua.

Padahal sudah ada pelonggaran kegiatan di sana, termasuk pemberian izin bagi dua ribu penonton guna menghadiri pertandingan sepakbola gaya Australia atau AFL pada Sabtu malam.

Kepala Polisi Australia Selatan Commissioner Grant Stevens mengatakan dua ribu orang diperkenankan hadir di Stadion Adelaide Oval guna menyaksikan pertandingan antar dua klub di sana Port Adelaide dan Adelaide Crows.

Ini adalah pertandingan AFL pertama yang dihadiri oleh penonton di tahun 2020, dimana sebelumnya di bulan Maret lalu di pertandingan babak pertama dilakukan tanpa penonton sama sekali.

Komisioner Stevens mengatakan Adelaide Oval memiliki "rencana yang komprehensif" dalam mengatur pergerakan penonton.

Kepolisian sebelumnya memberikan izin agar ribuan warga bisa menghadiri unjuk rasa Black Lives Matter di Victoria Square dan mengatakan unjuk rasa itu pasti akan dilangsungkan, tidak tergantung apakah ada izin atau tidak.

Sekitar enam ribu orang hadir di pusat kota Adelaide.

Namun Komisioner Stevens mengatakan protes itu hanya akan diizinkan sekali saja dan tidak ada dispensasi lagi yang akan diberikan.

Di Australia Selatan, sudah selama dua minggu terakhir tidak mencatat lagi adanya kasus virus corona.

Murid sekolah di Victoria kembali ke sekolah

Sementara itu, untuk pertama kalinya dalam 3 bulan terakhir, lebih dari satu juta murid sekolah di negara bagian Victoria ini kembali ke sekolah.

Sebelumnya sejak tanggal 26 Mei, murid TK, Kelas 1, 2, 11 dan 12 sudah terlebih dahulu kembali ke sekolah.

Sekarang seluruh murid diizinkan kembali ke sekolah, namun jam masuk dan jam pulang maupun jam istirahat makan siang dibuat berbeda agar tetap menerapkan 'social distancing'.

Orang tua murid dan asisten guru juga tidak diperkenankan berada di dalam kompleks sekolah guna mencegah orang dewasa terlalu banyak berada di sekolah.

Di pintu gerbang sekolah, para guru melakukan pengecekan temperatur terhadap murid-murid dan juga memberikan hand sanitizer kepada mereka.

Juga tempat minum di sekolah ditutup sehingga tidak bisa digunakan, dan murid-murid diharuskan membawa botol minum dari rumah.

Beberapa sekolah sebelumnya ditutup karena virus Corona, sejak murid diperbolehkan kembali ke kelas.

Keilor Downs College yang terletak 26 km dari pusat kota Melbourne ditutup untuk dibersihkan setelah seorang siswa positif tertular dari sumber yang sudah diketahui asalnya.

SD Newbury di Craigieburn, sekitar 43 km dari Melbourne CBD juga ditutup minggu lalu setelah seorang murid TK positif, dan TK Macleod juga ditutup untuk dibersihkan setelah seorang guru juga dinyatakan positif.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus Corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(nvc/nvc)