Laporan Terkini COVID-19 di Australia: Sudah Lebih dari 2.000 Orang Tertular

ABC Australia - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 08:17 WIB
Canberra -

Lewat situs resmi departemen kesehatan Australia hingga 25 Maret, pukul 6 pagi, ada tambahan 429 orang yang tertular virus corona dalam 24 jam terakhir.

Total kasus COVID-19 di Australia menjadi 2.252, delapan diantaranya meninggal dunia.

Dalam laporan tersebut disebutkan saat ini Australia sudah melakukan lebih dari 162 ribu tes virus corona.

Berdasarkan tabulasi nasional tersebut, negara bagian New South Wales menjadi negara bagian dengan jumlah kasus terbanyak dengan 1.029 kasus, sementara negara bagian Northern Territory memiliki jumlah pasien paling sedikit di Australia dengan total kasus 5 orang.

Lokasi Jumlah kasus* Australian Capital Territory 39 New South Wales 1,029 Northern Territory 5 Queensland 397 South Australia 170 Tasmania 26 Victoria 411 Western Australia 175 Total** 2,252

* Kasus dilaporkan berdasarkan yurisdiksi tempat tinggal mereka di Australia daripada di tempat mereka terdeteksi. Sebagai contoh, sebuah kasus yang dilaporkan sebelumnya di NT namun penduduk NSW dihitung dalam angka nasional sebagai kasus NSW.

** Termasuk kasus repatriasi Diamond Princess: Qld (3), SA (1), Vic (4), WA (2, termasuk 1 kematian)

Sementara grafik di bawah ini menunjukkan kebanyakan dari penularan virus corona berasal dari luar negeri, diikuti oleh mereka yang pernah kontak dengan mereka yang baru pulang dari luar negeri atau bertemu pengidap COVID-19.

Sisanya, belum diketahui asal penularannya dan masih dalam penyelidikan.

Data Virus Corona.png

Supplied: Neville Power dipercaya mengepalai Komisi Koordinasi COVID-19 Australia terhitung hari ini, 25 Maret 2020.

Puluhan narapidana, yang dianggap memiliki resiko kecil bagi keselamatan warga, bisa dibebaskan dari penjara di Kawasan Australia Utara, atau NT.

Langkah ini diambil untuk mengurangi resiko tertular virus corona di dalam penjara, seperti yang dijelaskan 'Corrections Commissioner' di NT.

Saat ini ada lebih dari 1.700 tahanan yang ditahan di lembaga pemasyarakatan, yang berada di kota Darwin dan Alice Springs, diantaranya adalah warga Aborigin.

Departemen Kesehatan Australia telah memasukkan mereka yang berada dalam tahanan dan warga Aborigin ke dalam kelompok yang dianggap paling berisiko tertular

"Kita sedang menghadapi virus yang menyebar dengan cepat di seluruh dunia," kata 'Corrections Commissioner' Scott McNairn.

"Jadi saya harus memastikan melindungi para tahanan, karyawan, dan setiap pengunjung yang datang ke penjara."

Kemungkinan pembebasan sejumlah tahanan ini dicetuskan beberapa saat setelah pembatasan kunjungan ke penjara.

Mulai hari ini (25/03), kunjungan oleh keluarga dan teman telah dilarang, termasuk kunjungan dari sejumlah organisasi LSM dan relawan.

(ita/ita)