Wabah Corona: Nasib Warga Indonesia di Australia yang Kehilangan Pekerjaannya

ABC Australia - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 11:07 WIB
Melbourne -

Pandemi virus corona telah menyebabkan sejumlah warga Indonesia di Australia dikurangi jam kerjanya, bahkan terancam kehilangan pekerjaan.

Mulai Senin siang (23/03), sejumlah tempat di Australia telah dipaksa tutup, menyusul langkah pemerintah Australia untuk memperketat jumlah kerumunan, untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Sejak Australia memerangi pandemi COVID-19, dampaknya terhadap sektor ekonomi sudah diperkirakan, dimana bisnis-bisnis di Australia mengalami penurunan pendapatan, bahkan kerugian.

Akibatnya pelaku industri di sejumlah sektor dan pemilik bisnis terpaksa mengurangi jumlah pegawai yang dibutuhkannya.

Leonhard Dengah, adalah warga Indonesia di Melbourne yang sedang menempuh pendidikan diploma jurusan memasak.

Untuk membayar uang sekolah dan mencukupi kebutuhan hidup, ia mengaku harus bekerja paruh waktu di dua tempat yaitu, restoran dan kafe.

Namun, sejak mewabahnya virus corona, jadwal kerja Leon di kedua tempat tersebut berkurang hingga 30 sampai 50 persen dari biasanya.

Ia pun harus menghadapi masalah besar, setelah pemerintah meminta restoran, bar, pub, untuk tutup sementara.

"Mulai Selasa besok restoran kami tutup, jadi saya kehilangan pekerjaan," jelas Leon kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

"Untuk sementara saya stay home dulu, sambil coba daftar-daftar di supermarket yang katanya buka banyak lowongan."

Pria yang sudah tinggal di Melbourne sejak tahun 2018 ini tidak sendiri. Teman kuliahnya yang bekerja di bidang perhotelan juga mengeluhkan hal yang sama.

"Teman-teman sejawat yang kerja di bidang perhotelan lagi susah cari kerja juga. Banyak yang di 'lay-off' [atau diberhentikan]. Banyak bisnis tutup karena rugi."

LEONARD

Leon mengaku ia sudah mulai mencoba melamar pekerjaan lain, termasuk lowongan di supermarket yang banyak mencari orang. (Supplied)

Harapan untuk pemerintah Australia

Sambil mencoba melamar ke supermarket, Leon mengatakan pengeluaran terbesarnya saat ini adalah membayar uang sewa tempat tinggal dan biaya sekolah.

Ia berharap jika ada keringanan bagi dirinya dan mahasiswa internasional yang membayar biaya sekolah sendiri untuk bisa menangguhkan pembayarannya.

Jane juga meminta agar ada pertimbangan penangguhan pembayaran biaya ini, ditambah menggratiskan biaya transportasi.

"Kekhawatiran aku kalau lama-lama enggak dapat kerja, kita habis uang, karena sebagai pelajar internasional di sini juga tidak bisa menabung banyak," kata Jane.

Pemerintah Australia telah menyiapkan sejumlah paket bantuan kepada mereka yang pekerjaannya terdampak virus corona, namun bantuan ini tidak diakses oleh mereka yang bukan warga negara atau penduduk tetap.

Simak berita lainnya diABC Indonesiadan ikuti kami diFacebookdanTwitter.

(nvc/nvc)