Oxfam: Lebih Banyak Orang Mengungsi karena Bencana Dibanding karena Konflik

Oxfam: Lebih Banyak Orang Mengungsi karena Bencana Dibanding karena Konflik

ABC Australia - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 14:34 WIB
London -

Laporan terbaru Badan Amal Oxfam menyebut orang tiga kali lebih mungkin terusir dari tempat tinggalnya akibat bencana alam yang dipicu oleh perubahan iklim daripada konflik.

Dimana tiap dua detik setidaknya satu orang mengungsi karena perubahan iklim.

Oxfam report
Bencana terkait perubahan iklim:
  • 20 juta orang mengungsi karena perubahan iklim setiap tahun, kata Oxfam
  • Saukitoga mengatakan terlalu berbahaya bagi keluarganya untuk tinggal di rumahnya
  • Menurut Oxfam, perubahan iklim saat ini memaksa lebih banyak orang keluar dari rumah mereka daripada perang atau konflik, kata Oxfam

Seorang warga Fiji, Kelepi Saukitoga tengah berencana pindah rumah.

Dia tidak punya pilihan lain karena air laut semakin mendekati pintu rumahnya.

"Masalah di sini sekarang ini adalah kita menghadapi kenaikan permukaan laut," katanya kepada ABC melalui telepon.

"Rumahku adalah salah satu rumah yang telah terendam air laut." katanya lagi.

Kelepi Saukitoga

Saukitoga mengatakan dia tidak punya pilihan kecuali pindah rumah. (Twitter: Pacific Islands Forum)

"Ini adalah negara dan komunitas termiskin di dunia, yang memikul sedikit tanggung jawab untuk polusi karbon global, sebaliknya mereka menjadi warga yang menghadapi risiko tertinggi mengungsi karena bencana yang dipicu iklim," kata laporan Oxfam.

Di Tuvalu topan tropis telah menggusur 4,5 persen dari populasi di negara kepulauan itu, sementara di Fiji, Topan Winston pada tahun 2016 berdampak pada 350.000 orang, menghancurkan 24.000 rumah, dan membuat negara ini seperlima dari PDBnya dalam pendanaan respons bencana.

Diterbitkan ulang dari artikel berbahasa Inggris di situs ABC disini.



(ita/ita)