detikNews
Sabtu 19 Oktober 2019, 00:55 WIB

Sejumlah WNI di Australia ke Jokowi: 'Kecewa Tapi Masih Berharap'

ABC Australia - detikNews
Sejumlah WNI di Australia ke Jokowi: Kecewa Tapi Masih Berharap Foto ilustrasi
Jakarta -

Sejumlah warga Indonesia di Australia yang pernah mendukung Presiden Joko Widodo melanjutkan dua periode tidak menunjukkan penyesalan terhadap pilihannya, meski mereka merasa kecewa.

Harapan padaJokowi
  • Presiden Joko Widodo akan dilantik hari Minggu (20/10) yang juga akan dihadiri PM Australia
  • Sebagian warga merasa pemerintahan baru harus lebih perhatikan masalah pelanggaran HAM
  • Iklim investasi perlu difokuskan kembali agar menarik lebih banyak investor dari Australia

Banyak diantara mereka mengaku sebagai "pemilih yang rasional"', sehingga merasa perlu memberikan kritikan yang membangun kepada pemerintahan baru.

Salah satunya adalah Suprapti McLeod, warga Indonesia di Canberra yang pernah aktif terlibat kampanye dukungan terhadap pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

"Saya kecewa," kata Suprapti kepada ABC Indonesia.

"Kekecewaan saya lebih disebabkan karena rencana perubahan sejumlah undang-undang soal KPK."

Suara Joko Widodo - Ma'aruf Amin menang telak di hampir seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Australia, saat pemilihan presiden RI berlangsung 17 April lalu

Antusias warga Indonesia di Australia untuk bisa mencoblos saat itu sangat tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan banyak yang merasa kecewa karena tidak bisa memilih, seperti yang terjadi di Sydney.

Suprapti McLeod

Foto: Koleksi Pribadi: Suprapti McLeod mengaku sebagai pendukung dan pemilih Jokowi yang rasional, sehingga meski kecewa masih berikan harapan.

Presiden Joko Widodo telah diakui banyak warga dengan keberhasilannya dalam pembangunan, khususnya infrastruktur, tetapi sebagian masih merasa kualitas pembangunan terhambat oleh lemahnya sumber daya manusia.

"Yang harus ditingkatkan adalah kecerdasan sosial, masyarakat harus lebih banyak di-edukasi soal keuangan, cara mencari uang," kata Immanuel Bryan Kafa, mahasiswa Indonesia di Kaplan Business School, Sydney.

Presiden Joko Widodo akan dilantik pada hari Minggu (20/10/2019) yang juga dilaporkan akan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Kehadiran Perdana Menteri Australia di pelantikan Presiden RI telah menjadi sebuah tradisi sejak pemerintahan PM John Howard yang datang ke pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2004.




(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com