detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 15:37 WIB

Kerjaan dan Bahasa Inggris Dua Tantangan Terbesar Bagi Migran Baru di Australia

ABC Australia - detikNews
Kerjaan dan Bahasa Inggris Dua Tantangan Terbesar Bagi Migran Baru di Australia
Canberra -

Anas Barbaree, seorang imigran asal Irak mengalami kesulitan untuk bekerja sebagai apoteker di Australia, sebagaimana yang dia jalani di negara asalnya.

Tantangan Baru Bagi Migran Baru Australia
  • Setiap tahun sekitar 200 ribu orang tiba di Australia sebagai migran dari luar negeri
  • Tantangan terbesar bagi migran baru adalah mendapatkan pekerjaan
  • Banyak migran baru yang susah berkomunikasi dan mengalami kesepian karena tidak ada teman

Kesulitan yang untuk mendapatkan pekerjaan yang sama ini juga dialami pula oleh banyak pengungsi dan migran baru di Australia.

Laporan sebuah badan yang membantu pengungsi di negara bagian Queensland bahkan menyebut, kesepian dan perasaan terisolir yang mereka alami membuat sebagian di antaranya ingin dikembalikan ke tempat penampungan.

Anas sendiri merupakan pengungsi dari Irak yang datang ke Australia bersama keluarganya ketika militan ISIS menduduki Kota Mosul di tahun 2014.

"Warga Kristen, Muslim Syiah, dan Yazidi harus meninggalkan kota itu atau mereka punya tiga pilihan - dibunuh, bayar suap atau masuk Islam," katanya.

"Kami harus meninggalkan semua harta benda, diperiksa di berbagai pos penjagaan, dan barang-barang berharga seperti HP ikut dirampas."

Saat itu, pria berusia 31 tahun ini bekerja sebagai apoteker di RS milik pemerintah di Makhmou, sebagai tugas penempatan di kawasan regional usai wisuda pendidikan S1.

Anas bersama istrinya Maryam dan anak mereka Maram, termasuk dalam 12 ribu pencari suaka yang diterima dalam program kemanusiaan Australia bagi warga Suriah dan Irak yang melarikan diri dari terorisme dan perang saudara.

Anas Barbaree stands with his wife Maryam Meskonee and their two daughters Maram and Maya.

AnasBarbaree dan istrinyaMaryamMeskonee bersama kedua putri mereka Maram dan Maya sekarang tinggal di Brisbane. (ABC News: Rachel Riga)

John Fang mengatakan mereka sangat perlu belajar bahasa Inggris agar bisa mengasuh kedua cucunya.

"Setelah belajar di sini, kemampuan kami meningkat karena kami belajar tata bahasa dan kata-kata yang bermanfaat," kata Fang.

"Saya menggunakan bahasa Mandarin di rumah dengan anak saya, jadi saya harus banyak latihan."

Lihat artikel selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com