DetikNews
Kamis 15 November 2018, 09:13 WIB

Australia Jelaskan Posisi Soal Kedutaan di Israel Sebelum Natal kepada Indonesia

ABC Australia - detikNews
Australia Jelaskan Posisi Soal Kedutaan di Israel Sebelum Natal kepada Indonesia
Canberra -

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa Australia akan menjelaskan posisi resmi mengenai rencana pemindahan Kedutaan di Israel sebelum Natal kepada Indonesia.

Hal tersebut dikatakan PM Morrrison seusai mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela KTT ASEAN di Singapura hari Rabu (14/11/2018).

Penjelasan resmi mengenai kepastian apakah Australia akan memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem sekarang menjadi batu sandungan besar bagi penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Australia dan Indonesia.

Sementara itu menurut laporan harian Australia The Age, yang mengutip sumber-sumber yang dekat di kalangan pemerintah Australia, disebutkan bahwa hanya ada kemungkinan '5 persen' bahwa Australia akan memindahkan kedutaan tersebut.

The Age menyebutkan bahwa Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita mendapat pemberitahuan tersebut dari Menteri Industri Pertahanan Steve Ciobo dalam pembicaraan pribadi keduanya mengenai apa yang dikatakan PM Morrison sebelumnya bahwa Australia akan memindahkan kedutaan.

Dalam jumpa pers dengan wartawan, PM Morrison mengatakan naskah final dari kesepakatan perdagangan bebas antara Australia dan Indonesia masih disusun.

"Jadi pada tahap ini belum berada dalam posisi untuk ditandatangani," ujarnya dalam konferensi pers di Singapura.

Ia lalu menjelaskan kedua negara akan mencari kesempatan untuk melakukan hal tersebut dan akan ditentukan di kemudian hari.

Ketika ditanya apakah finalisasi kesepakatan dagang dengan Indonesia terganjal rencana Australia untuk memindahkan Kedutaan Besarnya di Israel ke Yerusalem, PM Morrison menyebut masalah kesepakatan dagang dan kebijakan luar negeri Australia dibahas secara terpisah.

"Itu tadi pembicaraan yang bersahabat dan saling menghormati. Kami memiliki hubungan jangka panjang dengan Indonesia dan kami punya Kemitraan Strategis Komprehensif yang berjalan dengan baik di masa depan," utar Perdana Menteri yang baru menjabat 3 bulan ini.

"Dan itu artinya, tiap kali ada masalah muncul, kami bisa membahas itu secara terbuka dan secara jujur dengan cara yang bersahabat," imbuhnya.

Para pemimpin negara-negara ASEAN dan Australia di Singapura (14/11).
Para pemimpin negara-negara ASEAN dan Australia di Singapura (14/11). (Supplied; BPMI)


Dalam keterangan pers yang diterima ABC, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, membenarkan adanya pembicaraan tentang kesepakatan dagang kedua negara di pertemuan bilateral tersebut.

"Indonesia dan Australia dalam pertemuan bilateral tadi membahas kemajuan kerja sama yang dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Termasuk di antaranya ialah penyelenggaraan subregional meeting on counter terrorism yang diselenggarakan di Jakarta pada 6 November 2018 lalu," jelasnya.

Indonesia juga kembali menegaskan posisinya dalam konflik Palestina-Israel kepada Australia.

"Presiden Republik Indonesia kembali menyampaikan posisi Indonesia dan mengharapkan Australia dapat membantu mewujudkan perdamaian Palestina dan Israel berdasarkan two state solution (solusi dua negara)," ujar Menlu Retno.

Delegasi Indonesia dan Australia dalam ASEAN-Australia Informal Breakfast Summit.
Delegasi Indonesia dan Australia dalam ASEAN-Australia Informal Breakfast Summit. (Supplied; BPMI)


Menurut pakar hubungan internasional dari Universitas Airlangga, Joko Susanto, masalah kesepakatan perdagangan bebas dan rencana pemindahan Kedutaan Besar Australia ke Yerusalem adalah dua hal yang terkait.

"Kita tidak bisa memisahkan dua isu itu. Masalah Palestina bagi sebagian besar orang Indonesia selalu menjadi masalah yang penting. Dan penting bagi Australia untuk mengetahui hal tersebut. Apalagi mereka mau melakukan kesepakatan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia," katanya kepada ABC hari Rabu malam (14//11).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa masalah kesepakatan dagang dengan Australia bisa berdampak terhadap politik domestik apalagi jika negara tetangga Indonesia ini benar-benar memindahkan Kedutaan Besarnya di Israel ke Yerusalem.

"Dengan (Australia) memindahkan Kedutaan, dan di sisi lain Jokowi melakukan langkah terobosan terkait hubungannya dengan Australia ini, hal itu bisa menggerogoti basis sosial Jokowi sendiri," sebut pakar lulusan Inggris ini.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed