Bernama Sama dengan Menteri Australia, Pria AS Tuai Komentar di Medsos

Australia Plus ABC - detikNews
Jumat, 24 Agu 2018 09:14 WIB
Postingan Twitter dari pria Amerika, Peter Dutton, yang mendapat 'like', di-retweet dan dibagikan ribuan kali. (Twitter)
Texas -

Ketika kubu Koalisi Australia mengalami krisis kepemimpinan, telepon pria bernama Peter Dutton ini banyak menerima panggilan dan notifikasi.

Belakangan ini, Dutton seorang pria berusia 30 tahun yang tinggal di kota Austin, Amerika Serikat -telah menerima pesan dukungan dan kritik dari para pengguna Twitter yang telah mengira ia sebagai politikus yang berkeinginan menjadi Perdana Menteri Australia berikutnya.

Di saat para Menteri di Pemerintahan Malcolm Turnbull meninggalkannya dan banyak hal mencapai puncak, Dutton mengunggah status Twitter yang sekarang telah menjadi viral.

"Saya berharap warga Australia akan melihat profil saya dan menyadari saya adalah pria kulit hitam berusia 30 tahun, sebelum mengirimi saya tweet dan DM (pesan langsung)," tulisnya dari akun @PeterDutton5.

Peter Dutton dari Partai Liberal menggunakan akun terverifikasi @PeterDutton_MP.

Peter Dutton dari Austin, Texas, bekerja sebagai manajer penjualan untuk perusahaan popcorn.
Peter Dutton dari Austin, Texas, bekerja sebagai manajer penjualan untuk perusahaan popcorn. (Twitter)


Sementara Dutton dari Amerika telah dibanjiri permintaan agar ia datang ke Canberra.

"Anda benar-benar akan diterima untuk datang dan mengambil alih. Anda bisa tinggal di tempat saya sampai mereka memiliki kediaman resmi yang siap untuk Anda," tulis seorang netizen.

"Maaf sebagian besar dari kami di sini orang bodoh. Kami tidak bermaksud untuk curhat kondisi politik kami yang buruk pada Anda," kata seorang lainnya.

BagiDutton, seorang ayah yang sudah menikah yang bekerja sebagai manajer penjualan perusahaanpopcorn, perhatian ekstra ini adalah sesuatu yang "tidak ia persiapkan sama sekali".

Walau ia adalah pendatang baru di politik Australia, Dutton telah menjadi pemerhati setia dari Pemerintahan Trump.

"Banyak hal yang saya pikir hanya akan saya lihat lagi di buku-buku sejarah kembali hadir di masa kini sejak transisi Trump," katanya.

"Itu artinya, hal tersebut juga menyatukan orang dan saya optimistis bahwa kami akan membuat perubahan yang dibutuhkan untuk mengubur kembali sisi buruk sejarah."

Dutton mengatakan ia tak akan mengubah identitasakunnya dalam waktu dekat.

"Saya akan terus mengarahkan mereka yang membuat kami bingung ke tempat yang tepat, dengan harapan mereka bisa didengar," katanya.

"Saya tak berharap apa-apa selain agar orang Australia mendapat berkah dan keberuntungan!"

Peter Dutton masuk dalam daftar pengguna Twitter yang dikira selebriti atau peristiwa berprofil tinggi.

Warga Amerika, Ashley Kerekes, yang menggunakan akun @theashes, masih menerima pesan reguler meskipun bio-nya menyatakan ia "bukan pertandingan kriket yang aneh!".

Penulis media olahraga ESPN, Steve Smith, juga menerima rentetan pesan, setelah kapten kriket Australia terlibat dalam skandal permainan awal tahun ini.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.



(nvc/nvc)