detikNews
Rabu 07 Maret 2018, 01:57 WIB

Kapal Induk AS Era PD II Ditemukan di Australia 76 Tahun Usai Karam

Australia Plus ABC - detikNews
Kapal Induk AS Era PD II Ditemukan di Australia 76 Tahun Usai Karam
Jakarta -

Bangkai kapal induk AS yang dipuji atas jasanya membantu menyelamatkan Australia dari kemungkinan invasi Jepang selama Perang Dunia II telah ditemukan di lepas pantai Queensland.

Poin Utama:

Kapal induk USS Lexington karam pada tanggal 8 Mei 1942

Bangkainya ditemukan 800 km di lepas pantai Queensland pada hari Minggu (4/3/2018)

Tim pencari yang didanai milyarder AS, Paul Alle,n menemukan kapal induk tersebut

Pada bulan Mei 1942, kapal induk USS Lexington, bersama 216 awak dan 35 pesawatnya, hilang selama Pertempuran Laut Coral.

[Gambas:Video 20detik]

Tujuh puluh enam tahun kemudian, sebuah pencarian yang dipimpin oleh miliarder AS, Paul Allen, menemukan bangkai kapal itu di sekitar 800 kilometer lepas pantai Queensland.

Tempat peristirahatan terakhir USS Lexington -atau setidaknya lokasi perkiraannya -telah dikenal beberapa lama, namun ekspedisi ini menangkap foto-foto pertama kapal perang tersebut sejak Perang Dunia II.

Video dari Research Vessel Petrel menangkap momen ketika para kru melihat papan nama kapal ikonik itu menyembul di bawah lapisan kerang dan puing di dasar laut.

"Di sana, Lexington."

"Di mana?"

"Disana."

"Saya tak bisa melihat di mana Anda menunjuk."

"L-E-X ..."

"Oh ya, tertulis di lempeng baja."

"Jika memang ada pertanyaan ..."

Pemimpin tim yakni Paul Allen sendiri, sosok yang turut mendirikan Microsoft bersama Bill Gates, telah banyak berinvestasi dalam eksplorasi bawah laut.

Kapal penelitiannya telah menemukan beberapa bangkai lain termasuk kapal perang lain, seperti USS Indianapolis, tahun lalu.

"Untuk memberikan penghormatan kepada USS Lexington dan orang-orang pemberani yang bertugas adalah sebuah kehormatan," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai orang Amerika, kami semua berhutang budi kepada semua orang yang bertugas dan yang terus melayani negara kami atas keberanian, ketekunan dan pengorbanan mereka."

Kapal USS Lexington diserang di Laut Coral (karang) pada tanggal 8 Mei 1942 selama Pertempuran Laut Coral.
Kapal USS Lexington diserang di Laut Coral (karang) pada tanggal 8 Mei 1942 selama Pertempuran Laut Coral.

Supplied: US Naval Historical Centre (# NH 95579)

KaramnyaUSSLexington

Kapal USS Lexington, yang dijuluki "Lady Lex", pada awalnya dirancang sebagai kapal jelajah tempur namun diubah menjadi kapal induk awal untuk Angkatan Laut Amerika Serikat.

Lady Lex ikut serta dalam Pertempuran Laut Coral dan dinilai berjasa karena membantu menghentikan pergerakan Jepang di Pasifik selama Perang Dunia II.

Pada bulan-bulan sebelum Lexington karam, Jepang telah menyerang armada kapal perang AS di Pearl Harbor, dan dikhawatirkan invasi ke Australia sudah dekat.

Pasukan Jepang telah membentuk garis pertahanan yang solid dan mencari cara untuk memperkuat keuntungan mereka dan memotong jalur komunikasi antara Australia dan pantai barat AS.

Setelah lama berdiam di antara pasukan Jepang dan Sekutu di Laut Coral, Lexington akhirnya dikalahkan pada 8 Mei.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Bersamaan dengan kapal USS Yorktown, Lady Lex telah meluncurkan sejumlah pembom, pembom torpedo dan penjelajah, namun patroli udara tempur tak memiliki cukup bahan bakar untuk mencegat serangan dari pembom Jepang.

Kapal Lexington, yang lebih besar dan kurang memiliki manuver dibanding kapal Yorktown, terpukul di kedua sisi oleh beberapa torpedo dan bom.

Kapal ini berhasil bertahan dan terus meluncurkan pesawat terbang selama beberapa jam.

Dan baru setelah ledakan sekunder yang menyebabkan kebakaran yang tak terkendali, akhirnya Lady Lex karam.

Kapal USS Lexington karam setelah ditorpedo oleh pasukan Jepang dalam Pertempuran Laut Coral.
Kapal USS Lexington karam setelah ditorpedo oleh pasukan Jepang dalam Pertempuran Laut Coral.

Supplied: Australian War Memorial P02018.098

Kapal itu diledakkan torpedo dan tenggelam pada pukul 20:00, dan 216 awak kapal hilang.

Komandan Pasifik AS, Laksamana Harry Harris, yang juga merupakan calon duta besar AS untuk Australia yang dipilih Presiden Donald Trump, mengatakan bahwa ia sangat gembira saat mengetahui kabar tersebut.

"Sebagai anak dari penyintas yang selamat dari kapal USS Lexington, saya mengucapkan selamat kepada Paul Allen dan awak kapal ekspedisi Research Vessel Petrel karena telah menemukan 'Lady Lex'," tulisnya di Twitter.

"Kekuatan Angkatan Laut kami berasal dari orang-orang yang telah pergi sebelumnya. Inilah warisan kami, kekuatan Angkatan Laut kami berasal dari orang-orang yang bertugas saat ini. Inilah diri kami."

"Tak ada yang meragukan bahwa prajurit saat ini siap bertanding malam ini dan menang."

Pesawat tempur Grumman F4F-3 Wildcat ditemukan di antara bangkai kapal induk USS Lexington.
Pesawat tempur Grumman F4F-3 Wildcat ditemukan di antara bangkai kapal induk USS Lexington.

Supplied: Paul Allen

Di antara bangkai pesawat USS Lexington, beberapa pesawat yang bisa dikenali juga ditemukan, termasuk tujuh Douglas TBD-1 Devastators dan sejumlah pesawat Grumman F4F-3 Wildcats.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.




(jor/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com